SMKN I Simeulue Cut Dipagar Pemilik Tanah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

SMKN I Simeulue Cut Dipagar Pemilik Tanah

SMKN I Simeulue Cut Dipagar Pemilik Tanah
Foto SMKN I Simeulue Cut Dipagar Pemilik Tanah

* Merasa Ditipu karena tak Dibayar Ganti

SINABANG – Pembebasan lahan pembangunan SMKN I Simeulue Cut hingga kini dilaporkan belum tuntas yang berdampak pada reaksi pemilik tanah memagar jalan masuk sekolah itu. Kepala SMKN I Simeulue Cut Taswir, kepada Serambi Jumat (2/6) mengatakan ditutupnya akses masuk sekolah oleh pemilik tanah sangat mengganggu proses mengajar maupun belajar di sekolah. Untuk saat ini, pihaknya terpaksa membuka pagar dekat toilet sekolah sebagai pintu masuk siswa maupun dewan guru menuju lingkungan sekolah.

“Persoalannya kami dengar pembebasan lahan sekolah belum tuntas dengan pemilik tanah. Oleh pemilik tanah menutup pintu sekolah dengan memagar. Kami tidak bisa berbuat banyak karena bukan kewenangan sekolah untuk menyelesaikan,” ujar Taswir. Pihak sekolah akhirnya terpaksa membuka pintu darurat agar tidak menghentikan proses belajar dan mengajar.

Ia menambahkan persoalan tersebut telah disampaikan kepada pihak Muspika setempat maupun Dinas Pendidikan Simeulue. “Memasuki tahun ajaran baru ini kami sangat khawatir dengan siswa baru yang hendak mandaftar ke SMK, sementara pintu gerbang masih ditutup. Berhubung siswa sekarang masih libur, kami sangat berharap saat siswa kembali ke sekolah persoalan ini sudah selesai,” ujar Taswir.

Hanya Dibayar Rp 2 Juta
Sementara itu Darwisman, warga Desa Borengan, Simeulue Cut, selaku pemilik tanah yang dihubungi Serambi mengaku tindakan menutup pintu gerbang sekolah tersebut dipicu karena kecewa dengan belum tuntasnya uang pembebasan lahan yang digunakan untuk lokasi pembangunan SMKN I Simeulue Cut. Ia merasa ditipu pengurus pembebasan lahan yang dulunya sudah menjanjikan akan melunasi biaya pembebasan lahannya.

“Biaya pembebasan lahan saya itu semuanya Rp 21 juta. Tahun 2015 diserahkan ke saya Rp 2 juta dan akan segera dilunasi sisanya, tapi sampai saat ini belum dilunasi. Saya ditipu,” katanya dengan nada kecewa.

Lebih lanjut ia menyatakan, bahwa apabila selesai Idul Fitri ini tidak dilunasi, maka pihaknya akan mengambilalih lahan yang telah digunakan untuk pembangunan sekolah tersebut. “Saya ambil alih lagi kalau tidak dilunasi. Akan saya buka kebun,” ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa ada tiga orang pemilik lahan di lokasi pembangunan sekolah itu, belum juga dibayar lunas sampai saat ini.(sm) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id