Dua Nelayan Pijay Dipulangkan dengan Pesawat Air Asia | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dua Nelayan Pijay Dipulangkan dengan Pesawat Air Asia

Dua Nelayan Pijay Dipulangkan dengan Pesawat Air Asia
Foto Dua Nelayan Pijay Dipulangkan dengan Pesawat Air Asia

URI.co.id, MEUREUDU – ‎Dua keluarga nelayan yang terdampar asal Gampong Mesjid, Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya, Hasanuddin bin M Nur (40) dan Yogi Prayoga bin Ishak (24) direncanakan kembali ke Aceh pada Kamis (1/6/2017) dengan menggunakan pesawat Air Asia AK825 Phuket-Kuala Lumpur.

Mereka tiba pada Jumat (2/6/2017) persis sekira pukul 08.05 WIB.

“Berdasarkan informasi dari yang diperoleh atase Polri di Bangkok, Kombes Pol Priyo Waseso bahwa jadwal kepulangan dua nelayan Pijay itu diberangkat pada Kamis (1/6/2017) ‎dengan menggunakan pesawat Air Asia AK825 Phuket-Kuala Lumpur,” sebut penasehat Panglima Laot Lhok, Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya, Ir H Muhammad Bentara kepada URI.co.id, Rabu (31/5/2017).

Dari jadwal keberangkatan, dua nelayan asal Gampong Mesjid, Panteraja itu diberangkatkan sekira pukul 13.35 waktu Malaysia dan tiba sekira pukul 16.09 waktu setempat dan selanjutnya bermalam di Kuala Lumpur.

Esoknya, Jumat (2/6/2017) berangkat dari negeri jiran, Malaysia dengan pesawat Air Asia AK423 dari Kuala Lumpur-Banda Aceh terbang sekira pukul 07.45 dan tiba di Bandara Internasional Blang Bintang Aceh Besar sekira pukul 08.05 WIB.

Segala biaya serta akomodasi kepulangan Hasanuddin dan Yogi Prayoga ditanggung oleh negara dan Konsulat RI Songkla.

“Mereka tentunya sebelumnya dijemput di Phang Nga dan melepas di Bandara Phuket,” jelasnya.

Sebelumnya, kedua keluarga mereka di Gampong Mesjid, Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya, berharap agar keduanya dapat segera kembali ke tanah air (Rumah masing-masing).

Kemungkinan besar, sebelum lebaran mereka telah kembali kerumah kediamannya masing-masing.

Sejak Kamis (25/5/2017) khabar terdampar kedua nelayan asal Gampong Mesjid, Panteraja, Pijay masing-masing, Hasanuddin bin M Nur dan Yogi Prayoga bin Ishaq telah diketahui setelah salah satu keluarga setelah mendapat informasi melalui ponsel pribadi abang kandung Hasanuddin yang tinggal di Idi, Aceh Timur.

“Dari hasil pembicaraan, mereka telah terdampar di Phang Nga, Thailand dikrenakan terseret arus pasca mesin boat milik Asnawi berkekuatan 6 Grose Stone (GT) mengalami kerusakan,” sebutnya.

Kendati demikian, kedua keluarga mereka baik M Nur maupun Ishak menyampaikan agar kedua anak mereka itu dapat diupayakan kembali ke tanah air melalui lembaga Panglima Laot, Pemerintah Aceh, Kedubes RI di Thailand agar ‎segera dipulangkan ke gampong halaman (Gampong Mesjid, Panteraja,Pijay).

Upaya ini terus dibangun kominikasi dengn pihak Panglima Laot Aceh untuk dapat dilakukan langkah-langkah pemulangan. (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id