GM PLN: Kompensasi Dibayar Bulan Depan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

GM PLN: Kompensasi Dibayar Bulan Depan

GM PLN: Kompensasi Dibayar Bulan Depan
Foto GM PLN: Kompensasi Dibayar Bulan Depan

BANDA ACEH – General Manager (GM) PLN Wilayah Aceh, Jefri Rosiadi mengatakan, pihaknya siap menyahuti permintaan Komisi II DPRA agar PLN memberikan dana kompensasi (ganti rugi) kepada pelanggan di Aceh atas kasus pemadaman listrik berkali-kali dalam bulan ini, sehingga membuat masyarakat jadi tak nyaman saat berbuka puasa maupun sahur karena listrik padam.

“Pembayaran dana kompensasi pemadaman listrik yang terjadi bulan ini, dibayar bulan depan kepada pelanggan, apabila semua kasus yang terjadi telah diverifikasi sesuai persyaratan Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 8 Tahun 2016 atas Perubahan Permen ESDM Nomor 33 Tahun 2014 tentang Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) Kelistrikan,” kata Jefri Rosiadi dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPRA yang membidangi masalah energi listrik dan BBM, Selasa (30/5).

Jefri mengungkapkan, gangguan pemadaman listrik bergilir yang terjadi bulan ini diawali peristiwa petir yang melanda jaringan tegangan tinggi 150 KVA Geumpang-Nagan Raya pada 16 Mei 2017, sehingga membuat salah satu mesin pembangkit PLTU Nagan Raya, terhenti operasi. Konsekuensi dari peristiwa tersebut, daya listrik yang disuplai kepada pelanggan jadi berkurang.

Faktor kedua, lanjut Jefri, saat memasuki bulan suci Ramadhan sejumlah mesin Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Arun berkapasitas 184 MW tersebut banyak yang rusak, sehingga dayanya menurun dari 120-140 MW menjadi sekitar 90 MW.

Hal ini disebabkan ada beberapa onderdil mesin yang rusak sebelum waktunya. Untuk pengadaan suku cadang yang rusak itu harus mengimpor dari Finlandia, negara pembuat generator PLTMG Arun tersebut.

Kondisi kelistrikan Aceh diperparah lagi pada 28 Mei lalu, saat terjadi gangguan transmisi dari Medan ke Nagan Raya. Akibatnya, mesin pembangkit listrik PLTU Nagan I yang awalnya hendak dihidupkan bisa membantu tambahan daya listrik sebanyak 50-60 MW jadi terhenti. Akibatnya, daerah pemadaman arus listrik yang terjadi jadi meluas, karena itu PLN mohon maaf kepada masyarakat Aceh lantaran belum bisa menyediakan arus listrik yang cukup pada bulan puasa ini.

Menanggapi pertanyaan Sekretaris dan Anggota Komisi II DPRA, Sulaiman dan Aminuddin, apakah ada solusi jangka pendek yang bisa dilakukan PLN untuk mengatasi pemadaman listrik bergilir dalam puasa ini dan selanjutnya, GM PLN Jefri Rosiadi mengatakan, belum ada, kecuali mengharapkan PLTU Nagan I yang terhenti 16 Mei lalu, bisa dioperasikan kembali pada minggu ini.

“Alhamdulillah, Senin (29/5) kemarin, PLTU Nagan I sudah hidup kembali dan diharapkan hari ini bisa masuk ke sistem tegangan tinggi, bisa menyumbangkan dan mengurangi defisit arus listrik yang terjadi, sehingga areal pemadaman listrik menjadi berkurang dan jam pemadaman juga bisa ikut berkurang untuk daerah tertentu,” ujarnya.

Harapan kedua, lanjut Jefri, sejumlah mesin PLTMG Arun yang rusak, bisa dihidupkan kembali secara bertahap pada 1 Juni 2017, sehingga bisa menambah daya listrik dari 90 MW menjadi 120-140 MW.

Kebutuhan daya listrik untuk Aceh sementara ini, sebut Jefri, sekitar 360-390 MW. Kebutuhan ini disuplai dari PLTMG Arun 90 MW, PLTU Nagan 2 sebanyak 40 MW, dan ditambah dari PLTD Luengbata 17 MW, PLTD Seuneubok, Meulaboh 10 MW, dan PLTMG KKA 18 MW, sisa kekurangannya 180 MW lagi disuplai dari jaringan listrik interkoneksi tegangan tinggi Sumatera-Aceh dari Sumut.

Keuntungan dari proyek pembangunan listrik di Aceh terinterkoneksi dengan jaringan tegangan tinggi 150 KVA Aceh-Sumatera, kata Jefri, kalau pembangkit listrik di Aceh sedang beroperasi normal, ada harus yang lebih bisa ditransfer ke luar Aceh dan sebaliknya kalau pembangkit listrik di Aceh sedang ada gangguan atau rusak dan stop operasi, daya listriknya berkurang, bisa dibantu dari luar Aceh untuk mengurangi wilayah pemadaman bergilirnya, seperti yang terjadi sekarang ini.

Ketika ditanya tentang PLTA Peusangan yang dijanjikan PLN akan beroperasi 2017, kenapa sampai kini belum ada tanda-tanda pembangkitnya bisa dioperasikan, GM PLN Aceh, Jefri mengatakan, PLTA Peusangan, Takengon, Aceh Tengah belum bisa beroperasi pada tahun ini, karena ada perubahan desain.

Lokasi terowongan dan tempat generatornya yang ada sekarang ini, kata Jefri, berada pada lintasan patahan bumi, sehingga pada saat terjadi gempa di wilayah itu, terowongan dan bendungan air yang telah dibangun mengalami keretakan, sehingga tak bisa digunakan untuk menyimpan air dan menggerakkan dinamo yang terdapat dalam terowongan di bawah tanah.

Karena itu, kata Jefri, dalam penjelasan program pemenuhan kebutuhan daya listrik untuk jangka pendek, menengah, dan panjang, PLTA belum dimasukkan. Untuk jangka pendek, ada PLTMG Krueng Raya di Aceh Besar dengan kapasitas 50 MW. Akan beroperasi akhir tahun ini atau awal tahun depan. Jangka menengah, ada program PLTMG Arun II 1 x 250 MW akan beroperasi akhir tahun 2018.

Selain itu, ada PLTU Meulaboh 3 dan 4 kapasitas 2 x 200 MW. Ini sudah ada kerja sama antara PT Mifa dengan investor dari Cina. Operasinya tiga atau empat tahun ke depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Energi (ESDM) Aceh, Ir Akmal Husen mengatakan, program pembangunan tenaga listrik jangka pendek dari Pemerintah Aceh adalah membiayai pembangkit tenaga listrik hidro kapasitas 500 KVA-1 MW, seperti yang telah berjalan di Gayo Lues, Lhong Aceh Besar, dan lainnya.

Tapi ada juga yang dibiayai di Samarkilang, Bener Meriah, tidak berjalan, karena pengelolanya dinilai tak bekerja profesional. Untuk mengatasinya, ditunggu jaringan listrik PLN.

Untuk Aceh, menurut data statistik, kata Akmal Husen, jumlah desa yang telah teraliri jaringan listrik sudah mencapai 94 persen, tinggal sekitar 6 persen lagi yang belum.

“Penjelasan ini kami sampaikan menanggapi pertanyaan dari Wakil Ketua Komisi II DPRA, Ramadhana Lubis yang menyatakan bahwa di Kecamatan Samarkilang sudah 70 tahun Indonesia Merdeka, belum ada jaringan listrik,” katanya. (her) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id