Massa Buka Puasa di Depan Kantor PLN Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Massa Buka Puasa di Depan Kantor PLN Aceh

Massa Buka Puasa di Depan Kantor PLN Aceh
Foto Massa Buka Puasa di Depan Kantor PLN Aceh

* Protes Pemadaman Listrik

BANDA ACEH – Sejumlah massa dari berbagai organisasi dan individu menggelar aksi di depan Kantor PT PLN Wilayah Aceh, Banda Aceh, Selasa (30/5). Mereka memprotes pihak PLN karena sering memadamkan listrik, terutama pada saat berbuka puasa dan sahur. Di akhir aksi, massa melakukan buka puasa bersama di depan pintu gerbang yang hanya diterangi lampu dari handphone masing-masing. Amatan Serambi, massa yang datang dengan sepeda motor tiba di kantor PLN sekira pukul 16.55 WIB. Saat berunjuk rasa, mereka turut mengusung spanduk yang bertuliskan “Bapak Enak Ada Genset, Kami Ini Apalah. PLN Jangan Jual Janji” dan beberapa karton yang di antaranya bertuliskan “Buka Puasa dalam Gelap Yok, PLN”.

Di bawah rintik hujan dan pengawalan aparat kepolisian, massa melakukan orasi secara bergantian. Setelah melakukan orasi beberapa saat, kemudian massa disambut oleh General Manager (GM) PLN Wilayah Aceh, Jefri Rosiadi bersama beberapa pejabat teras instansi di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini.

Salah satu orator, Muslim Al Yamani menyampaikan saat ini banyak masyarakat mengalami kerugian akibat pemadaman listrik secara mendadak. Pihaknya juga kecewa karena pemadaman dilakukan pada bulan puasa. “PLN jangan memikirkan rugi saja, tapi mereka harus bertanggung jawab atas kerugian masyarakat akibat pemadaman listrik,” teriak Muslim.

Di sisi lain ia juga menyampaikan salah satu kegagalan Pemerintah Aceh adalah belum mampu mengatasi krisis listrik di Aceh. Seharusnya pemerintah memikirkan solusinya agar listrik tidak padam lagi. “Pihak pemerintah dan DPRA jangan ikut merengek seperti kita. Jangan hanya bicara di media kita akan mengugat PLN, harusnya mereka memikirkan solusinya,” ujar Muslim.

Sentilan itu disampaikan untuk anggota DPRA, Asrizal H Asnawi, karena pada Senin (29/5) menyampaikan kepada Serambi pihaknya mempertimbangkan untuk menggugat PLN yang dinilai ingkar janji sekaligus menzalimi rakyat Aceh. “Pemadaman listrik telah menodai bulan suci Ramadhan. Hampir semua media sosial berisi sumpah serapah dan caci maki terhadap PLN. Maka saya tergerak untuk menampung aspirasi masyarakat ini melalui aksi menggugat PLN,” katanya.

Massa juga mempertanyakan penyebab seringnya terjadi pemadaman yang membuat masyarakat Aceh kecewa. GM PLN Wilayah Aceh, Jefri Rosiadi yang menemuai massa menyampaikan bahwa penyebab terjadinya pemadaman karena terganggunya transmisi yang mengakibatkan matinya pembangkit listrik yang ada di Aceh, termasuk PLTU Nagan Raya.

Selain itu, tambahnya, juga diakibatkan karena Aceh selama ini masih defisit daya listrik, sehingga harus disuplai dari Medan, Sumatera Utara. “Satu malam kita mendapat daya 168-170 MW dari Medan, jadi bukan dari Aceh dikirim ke Medan, tapi dari Medan dikirim ke Aceh. Pembangkit yang ada di Aceh saat ini tidak cukup menyuplai beban 350 MW untuk seluruh Aceh, sehingga kita masih membutuhkan daya dari Medan,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kurangnya daya listrik di Aceh, Jefri mengatakan bahwa pada tahun 2018 pihaknya merencanakan menambah daya sebesar 300 Megawatt (MW) yang terdiri atas 250 MW untuk PLTMG Arun Lhokseumawe dan 50 MW di pembangkit listrik di Krueng Raya. Selain itu, ditambah lagi dengan daya pada pembangkit lain seperti PLTA Peusangan.

Setelah mendengarkan penjelasan dari GM PLN Wilayah Aceh, massa tampak belum puas. Sebagai bentuk protes karena selama ini sering terjadi pemadaman pada saat masyarakat berbuka puasa, maka massa melakukan buka puasa bersama di depan Kantor PLN Wilayah Aceh tanpa diterangi lampu. Adapun menunya hanya air mineral yang dibawa sendiri.

Awalnya, massa diminta untuk berbuka di dalam perkarangan kantor, bahkan pihak PLN sudah menggelar tikar dan menyediakan air dan kue sebagai peganan berbuka. Tetapi, karena GM PLN tidak ikut serta dan memilih berbuka di kantornya, lalu para aktivis pun menolak menerima tawaran pihak PLN dan mereka memilih berbuka di depan pintu gerbang dengan menu seadanya. (mas) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id