Tim Saber Tangkap Pegawai Kantor Camat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tim Saber Tangkap Pegawai Kantor Camat

Tim Saber Tangkap Pegawai Kantor Camat
Foto Tim Saber Tangkap Pegawai Kantor Camat

BANDA ACEH – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Aceh Besar, menangkap Ik (41), pegawai Kantor Camat Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (30/5) sekitar pukul 09.30 WIB. Ik yang menjabat Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Mukim Gampong (Kasie PMMG) Kecamatan Ingin Jaya itu, tertangkap tangan saat melakukan transaksi dengan Darni Yunus (37), Bendahara Gampong Dham Pulo, Kecamatan Ingin Jaya, di salah satu ruangan Kantor Camat Ingin Jaya.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Drs Heru Suprihasto SH menjelaskan, penangkapan Ik yang diduga melakukan pungli dana desa melalui sejumlah gampong saat pengembalian berkas pertanggungjawaban dana gampong tahun 2017.

“Penangkapan dipimpin oleh Kasat Intelkam, Iptu Supriadi SSos, sebagai Kasubsatgas Deteksi Pungli dan Kasat Reskrim AKP Machfud SH MM, Kasubsatgas Gakkum Satgas di Tim Saber Pungli Aceh Besar,” kata Heru.

Ia mengatakan, begitu mendapat informasi dari masyarakat ada pemotongan dana desa melalui bendahara gampong yang akan mengembalikan berkas pertanggungjawaban dana gampong tahun 2017, tim saber langsung bergerak ke Kantor Camat Ingin Jaya, ungkap Heru.

Kedatangan tim saber di satu ruangan Kantor Camat Ingin Jaya, memergoki Ik, Kasie PMMG sedang menerima uang pemotongan dana desa dari Darni Yunus, Bendahara Gampong Dham Pulo, sebesar Rp 10 juta yang tertera di secarik kwitansi berstempel basah dan ditandatangani oleh Ik, tanggal 30 Mei 2017.

Di kertas kwitansi itu bertuliskan pembayaran ‘Biaya jaminan penyelesaian pekerjaan kegiatan pembangunan bersumber dari dana desa tahun 2017 untuk Gampong Dham Pulo. Dana ini dikembalikan apabila pelaksanaan pekerjaan dan laporan pertanggung jawaban keuangan (LPJ) telah selesai’.

Dari penangkapan itu polisi mengamankan uang pecahan Rp 50 ribu dengan total Rp 14 juta, satu kotak berisi berkas dokumen dana gampong, dua unit Hp, satu laptop serta satu kwitansi pemberian uang. Selain Ik, Polisi ikut membawa saksi lain ke Polres Aceh Besar untuk dimintai keterangan, yakni Bendahara Gampong Dham Pulo, Darni Yunus dan seorang pendamping desa, Nurfia (43) warga Ujung Blang Lampeuneurut, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Tindakan yang dilakukan tersangka Ik, menurut Kapolres Aceh Besar tidak ada dasar hukum dengan permintaan uang dari sejumlah desa, dan yang dilakukan itu adalah inisiatif sendiri dari Ik. “Uang pungli dari pemotongan dana gampong itu kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi, salah satunya membayar kredit di salah satu bank,” ujar Kapolres Aceh Besar.

Namun, Ik waktu penangkapan itu tidak dapat menunjukkan bukti pelunasan kreditnya dari bank yang disebutkan itu. Dari pengakuan tersangka juga diperoleh keterangan bahwasanya sudah ada 10 gampong di kecamatan Ingin Jaya yang telah melakukan transaksi dengannya. Uang yang diterima sebelumnya telah dihabisnya untuk keperluannya. Informasi diperoleh Serambi, Polisi masih mengusut apa ada dugaan keterlibatan pihak lainnya dalam kasus tersebut.(mir) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id