DPRK Panggil PT PLN | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

DPRK Panggil PT PLN

DPRK Panggil PT PLN
Foto DPRK Panggil PT PLN

* Terkait Masalah Pemadaman Listrik

BLANGPIDIE – Komisi C DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) memanggil pihak PT PLN (Persero) Rayon Blangpidie terkait masalah pemadaman listrik selama Ramadhan, Selasa (30/5). Ketua Komisi C DPRK Abdya Julinardi mengatakan rapat dengar pendapat (RDP) digelar untuk mendengar pernyataan resmi dari PLN terkait seringnya pemadaman listrik di Abdya selama Ramadhan.

“Pemanggilan ini bukan untuk menyalahkan, tapi untuk mencari tahu dan menyahuti keluhan warga,” ujar Ketua Komisi C DPRK Abdya Julinardi, Selasa (30/5) di Aula DPRK Abdya. Dalam kesempatan itu, Julinardi juga meminta agar PLN segera memperbaiki sejumlah kerusakan sehingga tidak terjadi lagi pemadaman listrik, khususnya selama Ramadhan. Sementara itu, anggota DPRK Abdya lainnya Zulkarnaini mengkritisi pemadaman listrik yang dilakukan selama Ramadhan terjadi saat warga sedang buka puasa dan ibadah shalat tarawih.

“Ini (pemadaman) sangat mengganggu ibadah, dan ini tidak pantas, kalau mau padamkan listrik dilakukan di atas jam 12 hingga tiga malam, tidak ada yang komplain. Jangan seperti ini, saat orang buka puasa di situ dimatikan lampu,” kata Zulkarnaini. Sementara itu, Nurdianto, anggota DPRK lainnya menilai pemadaman listrik yang dilakukan PLN sangat tidak adil. Menurutnya saat masyarakat menunggak diberikan denda dan diputuskan listrik, namun saat PLN mematikan listrik, tidak diberikan denda atau sanksi.

“Saya menilai PLN ini nafsu besar, kemampuan kurang. Contohnya saat masyarakat meminta penambahan dan buka daya baru, PLN sesegera mungkin membuatnya, padahal dia tahu kalau daya kurang, ini kan aneh,” kata Politisi Partai Demokrat ini.

Manager PT PLN (Persero) Rayon Blangpidie Suherman Nazir mengatakan pemadaman listrik yang terjadi di Abdya efek dari PLTU Nagan Raya yang selama ini menyuplai arus listrik ke Abdya sebanyak 2 megawatt (MW). Ia mengakui, mesin milik PLTU Nagan Raya sering rusak.

“Kita pas-pasan, efek itu kita kekurangan 2 MW. Namun, yang mati kita hanya 1 MW,” kata Suherman Nazir. Menurut Suherman, untuk wilayah Abdya saat ini sudah tersedia pasokan arus listrik sebanyak 12 MW dari PLTD Setia. Jika tidak ada kerusakan mesin, maka pasokan listrik akan terdistribusi hingga ke Meukek, Aceh Selatan.

“Kami tidak senang adanya pemadaman ini, karena saya dan anggota harus bekerja hingga malam untuk memperbaiki kerusakan itu. Jadi jangan salah kaprah, dan kami ini seperti jualan, kalau tidak hidup listrik, secara otomatis kami tidak tercapai penjualan,” katanya.

Rapat dengar pendapat juga dihadiri Ketua DPRK Abdya Zaman Akli, Wakil Ketua DPRK Abdya I Romi Syah Putra, Wakil Ketua ll Jismi, para anggota Komisi C DPRK Abdya, Syamsul Bahri, Nurdianto, Khairuddin dan Zulkarnaini. Sedangkan dari pihak PLN Blangpidie hadir Manager Rayon Suherman N didamping Masli Zahardi dan Fadhil Ramadhan Sentosa.

Sementara itu pemadaman listrik yang tidak beraturan sejak awal Ramadhan dinilai sudah sangat menjengkelkan karena membawa dampak kerugian bagi masyarakat.

“Pemadaman listrik yang dilakukan oleh pihak PLN sangat menjengkelkan sejak puasa pertama, seharusnya di bulan Ramadhan ini listrik bisa normal. Kondisi ini sangat kita sayangkan terjadi,” kata Ruslan, anggota DPRK Aceh Jaya kepada Serambi, Selasa (30/5). Ia menyebutkan Aceh memiliki kekayaan yang cukup, namun sangat disayangkan rakyatnya miskin dan melarat, salah satunya seperti kebutuhan listrik yang tidak normal saat ini.

Dikatakannya pemerintah harus tegas dan tanggap terkait persoalan ini. “Seharusnya di bulan Ramadhan ini semua kita bisa lebih nyaman dalam beribadah. Tapi persoalan listrik yang dipadamkan tak menentu ini telah memberi ketidaknyamanan bagi masyarat,” kata Ruslan.(c45) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id