Elpiji Melon Langka | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Elpiji Melon Langka

Elpiji Melon Langka
Foto Elpiji Melon Langka

* Warga Subulussalam Kelimpungan

SUBULUSSALAM – Elpiji kemasan tiga kilogram dilaporkan langka di Kota Subulussalam dalam sepekan terakhir. Menurut informasi yang diperoleh Serambi hanya satu agen penyalur yang beroperasi sehingga membuat permintaan masyarakat tak sebanding dengan ketersediaan gas. Kondisi ini membuat masyarakat kelimpungan hingga harus mencarinya ke berbagai tempat, namun tetap tidak berhasil mendapat.

Pantauan Serambi di lapangan hinga pukul 14.00 WIB kemarin puluhan warga mendatangi pangkalan dan pengecer. Namun mereka tampak kecewa ketika mendapat jawaban persediaan gas isi tiga kilogram atau elpiji melon dalam kondisi kosong. Menurut Wahda, warga setempat kepada Serambi selama ini ada dua agen yang memasok gas bersubsidi di Kota Subulussalam sehingga kelangkaan jarang terjadi.

Namun, entah mengapa awal puasa ini gas bersubsidi seperti menghilang dan hanya dipasok satu agen. Wahda menambahkan, akibat kelangkaan tersebut sejumlah pengecer dilaporkan menaikan harga di sejumlah daerah. Dikatakan harga elpiji 3 kilogram kini mencapai Rp 25.000-Rp 30.000 per tabung, lebih tinggi dari harga biasanya.

“Kalau begini terus kapan rakyat kecil bisa hidup tenang karena selalu saja berhadapan dengan masalah gas yang langka, BBM dan tarif listrik naik hingga sembako mahal,” ujar Wahda. Informasi lain yang dihimpun Serambi dari sejumlah sumber menyebutkan konsumen yang mengunakan gas bersubsidi untuk Kota Subulussalam mencapai 40.000 kepala keluarga lebih.

Sejatinya, jika pasokan dari Pertamina ke Kota Subulusalam lancar dipastikan tidak akan terjadi kelangkaan. Dikabarkan, dari 2.240 tabung gas bersubsidi jatah Kota Subulussalam pada Senin (30/5) lalu yang masuk hanya separuh lantaran gas hanya tersedia pada PT Laut Tawar Beuna Gas selaku agen penyalur. Akibatnya, ribuan masyarakat tidak kebagian.

Masyarakat meminta pemerintah dan Pertamina mengambil tindakan tegas bagi agen dan pengecer yang memainkan harga elpiji bersubsidi di Kecamatan Sultan Daulat. Seharusnya jatah gas bersubsidi yang masuk ke Subulussalam sebanyak 2.240 tabung. Namun yang sampai ke masyarakat hanya 1.120 tabung.

Sementara itu, Usnuddin dari PT Laut Tawar Beuna Gas kepada Serambi mengatakan telah menyalurkan gas bersubsidi sesuai jatah dan tanda terima yang ditebus ke Pertamina. Dikatakan, pada Selasa (30/5) PT Laut Tawar telah menyalurkan sebanyak 1.120 tabung gas isi tiga kilogram. Gas tersebut disalurkan kepada masyarakat termasuk ke tujuh pangkalan resmi di kecamatan. Namun, jumlah itu ternyata kurang sehingga terjadi kelangkaan.

“Yang pasti untuk PT Laut Tawar sudah menyalurkan kepada masyarakat sesuai kuota dan DO,” kata Usnuddin. Ia mengakui ada ratusan masyarakat mengantre dan datang ke tempatnya menanyakan gas bersubsidi yang telah habis hanya dalam hitungan jam. Namun, ia tidak bisa berbuat banyak karena memang jatah untuk pihaknya terbatas.

Usnuddin menjelaskan sesuai jatah atau kuota dari Pertamina PT Laut Tawar Beuna Gas mendapat 21.840 tabung per bulan. Jatah itulah yang dia salurkan ke pelanggan termasuk pangkalan resmi. Usnuddin menyatakan pentingnya keterlibatan pemerintah untuk mengawasi distribusi gas bersubsidi. ”Sekarang yang jadi masalah barang tidak ada sama sekali. Kalau di perusahaan saya, saya jamin semua disalurkan, tapi jatah saya juga terbatas. Contohnya besok (hari ini), itu gas hanya masuk 560 tabung,” ujar Usnuddin.(lid) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id