Penadah Kotak Suara Diringkus | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Penadah Kotak Suara Diringkus

Foto Penadah Kotak Suara Diringkus

* Kasus Hilangnya 2.892 Kotak Suara Milik KIP Aceh Utara

LHOKSEUMAWE – Aparat kepolisian sudah meringkus seorang warga yang diduga penadah atau penampung kotak dan bilik suara milik Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara, yang dilaporkan hilang dari gudang di kawasan Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

“Anggota sudah mengamankan penadahnya. Kasus itu sedang ditangani Polres Lhokseumawe untuk menyelidiki siapa pelakunya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Aceh, Kombes Nurfallah kepada Serambi, Sabtu (12/3).

Untuk diketahui, 2.892 kotak suara dan 2.011 bilik suara milik KIP Aceh Utara yang disimpan dalam gudang di kawasan Cunda, raib. Pihak KIP Aceh Utara baru mengetahui kotak dan bilik suara yang pernah digunakan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) itu raib, pada Kamis (10/11/2016) siang, setelah mendapat informasi bahwa pintu depan gudang sudah dirusak. Lalu kasus itu langsung dilaporkan secara resmi ke Polres Lhokseumawe.

Lokasi gudang tersebut dihimpit oleh bangunan ruko yang lain, dan berada di pinggir jalan nasional. Setelah kejadian tersebut polisi langsung menyelidiki kasus tersebut. Informasi dari sumber Serambi, polisi sudah berhasil menangkap seorang penadah dan polisi sedang menyelidiki siapa pelaku pembobol dan pencuri kotak dan bilik suara tersebut.

“Kita laporkan ke Polres Lhokseumawe karena lokasi gudangnya berada di wilayah hukum Polres Lhokseumawe,” ujar Sekretaris KIP Aceh Utara, A Rahman TB MPd, Sabtu (13/3). Bilik dan kotak suara yang berbahan alumunium, serta ada mur dan baut dengan jumlah dua karung beras, tersebut, lanjut Rahman, mulai digudangkan setelah Pilpres.

Rahman menambahkan, ia mengetahui gudang tempat penyimpanan kotak suara itu sudah dibobol atas laporan warga di kawasan itu. “Ada warga yang curiga terhadap kondisi gudang. Setelah dilaporkan, kami langsung ke lokasi untuk memastikannya. Kami baru mengetahui gembok itu sudah rusak saat membukanya. Kemungkinan pelaku masuk dari depan dan mengangkut barang curian dari belakang,” ujar A Rahman.

Sekretaris KIP Aceh Utara, A Rahman TB menduga, kemungkinan logistik Pilkada itu dicuri dua minggu lalu. Sebab, untuk mengangkut sekaligus tidak mungkin karena jumlah sangat banyak.

Usai mengetahui kejadian itu, pihaknya juga sudah melaporkannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat dan KIP Aceh, sehingga bisa disediakan untuk Pilkada 2017, apalagi kotak dan bilik tersebut tak tersisa satu pun.

“Kami juga sudah dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan. Dalam pertemuan dengan Polres Aceh Utara dan Polres Lhokseumawe saya juga sampaikan bahwa gudang itu tak ada penjagaan dan tak ada CCTV, karena ketika itu tidak cukup anggarannya,” demikian Rahman TB.(jaf/bah) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id