Puluhan Pejabat ISBI Mengundurkan Diri | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Puluhan Pejabat ISBI Mengundurkan Diri

Puluhan Pejabat ISBI Mengundurkan Diri
Foto Puluhan Pejabat ISBI Mengundurkan Diri

BANDA ACEH – Puluhan pejabat dan jajaran di Istitut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, mengundurkan diri secara serentak dan menyatakan mosi tidak percaya kepada Rektor. Surat pengunduran diri itu diserahkan serentak kepada Rektor ISBI, Dr Ahmad Akmal MPd, Senin (29/5) di Kampus ISBI Jantho, Aceh Besar.

Seorang dosen, Dedy Afriady URI.co.id yang sebelumnya menjabat Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain kepada Serambi mengatakan, para pejabat ISBI yang mengundurkan diri ini, selama ini merasa tidak dilibatkan dalam setiap kebijakan memajukan ISBI. Padahal mereka memiliki jabatan di kampus tersebut.

Mereka yang mengundurkan diri terdiri atas Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Sekretaris Lembaga, Koordinator Program Studi, hingga Kepala Perpustakaan. Sehingga terhitung sejak hari ini mereka tidak lagi menjalankan tugas sesuai jabatan masing-masing. “Kalau sebagai dosen kami tetap bertugas untuk mengajar mahasiswa, yang kami letakkan jabatannya saja,” ujar Dedy kemarin.

Menurutnya, hingga memasuki tahun keempat, kampus tersebut masih memiliki banyak kekurangan dalam hal sarana seperti ruang belajar dan fasilitas pendukung. Bahkan akreditasi kampus juga belum ada yang mengurus. Menurutnya, selama ini semua urusan pengembangan kampus hanya diurus oleh Rektor dan stafnya, tanpa melibatkan jajaran lainnya.

Saat menyerahkan surat pengunduran diri dan surat mosi tidak percaya, mereka juga melampirkan alasannya, diantaranya yaitu adanya nepotisme di kalangan staf Kependidikan kerja dan Rektor melegalkannya. Tidak ada kejelasan kurikulum yang dipakai dan kampus belum terakreditasi.

Alasan lain yang dikemukakan yaitu hingga saat ini belum ada Dosen yang memiliki NIDN. Sistem penggajian dosen tidak sesuai dengan PMK 33 2016 untuk anggaran 2017. Serta Pemindahan PNS dari daerah menjadi PNS di ISBI Aceh sarat unsur kekeluargaan. Secara keseluruhan terdapat 18 poin alasan mosi tidak percaya, yang akan disampaikan juga kepada Menristekdikti.

Rektor ISBI, Dr Ahmad Akmal mengakui sudah menerima surat pengunduran diri dari jabatan oleh sejumlah jajarannya kemarin. Namun tudingan bahwa ia mengambil kebijakan tanpa melibatkan Ketua Jurusan maupun Koordinator Prodi, Rektor menjelaskan bahwa pengambil kebijakan menjadi memang wewenang Rektor. Sedangkan jajarannya dibawahnya seperti Ketua Jurusan dan Koordinator Prodi berwenang sebagai pelaksana kebijakan.

Sedangkan terkait dengan status dosen, Ahmad Akmal mengaku saat ini sedangkan dalam proses pengurusan di Kementerian terkait, untuk mencari format terbaik. Karena mereka akan diajukan untuk berstatus Pegawai Pemerintrah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Bukan ISBI saja, ada 35 perguruan tinggi baru, baik swasta maupun negeri yang saat ini sedang dicari format yang tepat untuk pegawainya, termasuk UTU dan Unsam,” ujar Ahmad Akmal.(mun) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id