Pemerintah Upayakan Pemulangan Nelayan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pemerintah Upayakan Pemulangan Nelayan

Pemerintah Upayakan Pemulangan Nelayan
Foto Pemerintah Upayakan Pemulangan Nelayan

MEUREUDU – Penasehat Panglima Laot Kecamatan Panteraja, Ir Muhammad Bentara, Senin (29/5) mengatakan bahwa dari hasil komunikasi terakhir pihaknya dengan Panglima Laot Provinsi Aceh, pihak Kedutaan Besar (Kedubes) RI untuk Thailand di Bangkok, terus mengupayakan proses pemulangan dua nelayan warga Pidie Jaya yang terdampar di Phang Nga, Thailand, lima hari lalu.

“Panglima Laot Aceh telah mengirim surat ke Kedubes RI di Bangkok, dan pemulangan dua nelayan tersebut diharapkan bisa dilakukan sebelum lebaran,” ujarnya.

Harapan serupa juga dilontarkan pihak keluarga nelayan yang terdampar itu, yakni keluarga Hasanuddin bin M Nur (40) dan keluarga Yogi Prayoga bin Ishak (24), yang berharap mereka bisa merayakan lebaran Idul Fitri bersama.

Kedua nelayan ini diketahui asal Gampong Mesjid, Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya, mereka dilaporkan terseret arus akibat mesin boat berkekuatan 6 Gross Tone (GT) yang mereka gunakan, mengalami kerusakan mesin. Sehingga boat terbawa arus hingga ke Phang Nga, yang merupakan kawasan teluk di Thailand dan bersebelahan dengan Pantai Phuket.

Kepala Biro Humas Setda Aceh, Mulyadi Nurdin Lc MH yang ditanyai Serambi, mengatakan Pemerintah Aceh saat ini masih menunggu koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok, Thailand, terkait upaya pemulangan Hasanuddin dan Yogi Prayogo yang terdampar di Phang Nga, Thailand.

Untuk proses pemulangan ini, menurutnya, dinas terkait akan segera melakukan komunikasi dan berkoordinasi dengan KBRI di Bangkok, Thailand. Itu tanggung jawab dinas terkait di bawah instruksi Gubernur Aceh. “Ini hubungan antarnegara, Pemerintah Aceh dalam hal ini tidak bisa melangkahinya. Jadi kita tunggu hasil koordinasi dengan KBRI,” sebut Mulyadi.

Namun, ia juga berharap, proses pemulagan ini bisa berlangsung cepat. Kepada keluarga diminta untuk bersabar, lantaran proses pemulangan kedua nelayan tersebut ke tanah air harus disertai penyiapan dokumen perjalanan antarnegara seperti paspor dan lainnya, yang menyita waktu.(dan) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id