Polisi Dalami Motif Lain | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Dalami Motif Lain

Polisi Dalami Motif Lain
Foto Polisi Dalami Motif Lain

* Kasus Pembunuhan Anak Pejabat Abdya

BLANGPIDIE – Polres Aceh Barat Daya (Abdya) berupaya mendalami kemungkinan adanya motif lain dalam kasus pembunuhan dua anak dan mertua Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pascamenangkap tersangka Edi Syahputra sebagai pelaku.

Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan SIK MSc melalui Kasat Reskrim AKP Misyanto M SE kepada Serambi, Senin (29/5) menjelaskan polisi sudah memeriksa tersangka dan 11 saksi.

Beberapa saksi di antaranya adalah warga Desa Krueng Batee, Kecamatan Kuala Batee yang sempat memergoki seorang laki-laki yang belakangan dikenali sebagai ES membawa pisau dan obeng pada Selasa (16/5) malam. Warga juga menaruh curiga karena pada sandal laki-laki tersebut terdapat bercak darah. Saksi lain yang diminta keterangan adalah Mulyadi, orang tua dari alm Habibi Askhar Balihar (8) dan alm Fakhrurrazi (12) serta adik atau anggota keluarga dari alm Hj Wirnalis yang ikut menjadi korban dalam peristiwa pembunuhan kejai itu.

Polisi juga memeriksa kakak dari tersangka pelaku. Selanjutnya penyidik Polres Abdya juga telah meminta keterangan dua warga sebagai teman tersangka. “Dua warga ini mengakui pada malam kejadian (Selasa 16/5) pernah duduk dengan ES di sekitar simpang Puskesmas Blangpidie. Satu orang di antarannya, kemudian mengantar ES ke sebuah tempat di Desa Seunaloh, Blangpidie,” kata Kasat Reskrim AKP Misyanto M.

Dari hasil pemeriksaan tersangka dan saksi-saksi, polisi menemukan motif sementara pembunuhan yaitu terkait kasus pencurian disertai pembunuhan. Pelaku dijerat Pasal 365 ayat (1) jo Pasal 339 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan jo melanggar Pasal 30 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

AKP Misyanto M menjelaskan, penyidik terus mengembangkan kasus itu untuk mengungkapkan kemungkinan adanya motif lain. “Kita sedang mendalami tentang kemungkinan adanya motif lain, seperti pembunuhan berencana. Pendalaman kita lakukan dengan meminta keterangan saksi-saksi dari anggota keluarga korban dan mengumpulkan alat bukti,” katanya.

Sebelumnya dalam pemeriksaan penyidik, tersangka mengaku melakukan pembunuhan terhadap tiga korban dengan maksud mencuri harta korban. Tindakan pembunuhan dilakukan sendiri, tidak melibatkan pihak lain. Tersangka mengaku datang sendiri ke rumah Hj Wirnalis di Jalan Lukman, Dusun III, Desa Meudang Ara, Selasa (16/5) malam. Pelaku sempat sekitar dua jam berada di belakang rumah, menunggu penghuni rumah tidur.

Setelah pelaku berhasil masuk ke dalam rumah melalui bagian atas, kemudian ada barang di dalam rumah yang tersenggol oleh pelaku sehingga menimbulkan suara berisik yang mengejutkan Hj Wirnalis. Karena keberadaannya sudah diketahui, tersangka membunuh Hj Wirnalis bersama dua cucunya. Tersangka sempat mengeluarkan satu unit sepeda motor ke luar rumah, namun ternyata mesinnya tidak hidup ketika dinyalakan, kemudian sepmor tersebut dibawa masuk kembali ke dalam rumah dan pintu dikunci kembali.

Kemudian pelaku sempat masuk ke kamar mandi untuk membersihkan baju yang belepotan darah korban. Sebelum meninggalkan rumah melalui pintu samping dengan membawa dua kunci rumah, tersangka sempat mengambil HP Nokia warna pink milik alm Hj Wirnalis.

Pada malam itu pelaku menuju ke Kuala Batee. Namun dalam perjalanan setiba di Guhang (jalur alternatif dari Kota Blangpidie menuju Cot Manee/Jeumpa), tersangka meminta tumpangan mobil terbuka milik seseorang. Tersangka, sempat dicurigai oleh sejumlah warga di Desa Krueng Batee yang selanjutnya menyerahkan pelaku kepada Polsek Kuala Batee.

Menurut Kasat Reskrim AKP Misyanto M keterangan tersangka terus dikembangkan dengan mendalami keterangan saksi-saksi untuk mengungkapkan kemungkinan adanya motif lain, selain motif sementara pencurian dengan kekerasan. Seperti diketahui peristiwa pembunuhan sadis tersebut terjadi di rumah kediaman korban almrhumah, Hj Wirnalis di Jalan Lukman, Dusun III (Pantee Ara), Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Abdya, Selasa (16/5) malam. Ketiga jenazah dalam kondisi luka-luka mengenaskan ditemukan tergelak dalam rumah korban, Rabu (17/5) siang sekitar pukul 13.20 WIB.

Masih dalam upaya mengungkap motif pembunuhan tersebut, penyidik Polres Abdya juga akan meminta keterangan Rahmi yaitu keponakan alm Hj Wirnalis, mertua Mulyadi (46), Kabid Pengairan Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Abdya yang menjadi korban dalam kasus pembunuhan tersebut.

Keterangan Rahmi diperlukan polisi karena menurut informasi bahwa tersangka pernah jatuh hati kepada Rahmi, namun hubungan tersebut tidak direstui pihak keluarga Rahmi, termasuk Hj Wirnalis. “Kita terus dalami, apakah ada unsur dendam, sakit hati atau apa. Kita sudah layangkan surat panggilan kepada Rahmi yang saat ini berdomisili di Meulaboh, Aceh Barat. Keterangan dari Rahmi diperlukan dalam upaya mengungkap motif pembunuhan tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Abdya, AKP Misyanto M.

Bila hasil pengembangan dan pendalaman yang dilakukan penyidik menemukan motif pembunuhan berencana, maka tersangka ES akan dijerat melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.(nun) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id