Masjid Al-Makmur Fasilitasi Iktikaf | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Masjid Al-Makmur Fasilitasi Iktikaf

Masjid Al-Makmur Fasilitasi Iktikaf
Foto Masjid Al-Makmur Fasilitasi Iktikaf

* Tahun Ini Khusus Jamaah Pria

BANDA ACEH – Masjid Agung Al-Makmur (Masjid Oman) Lampriek, Kuta Alam, Banda Aceh, kembali membuka kesempatan atau memfasilitasi kaum muslim yang hendak melaksanakan iktikaf di sepuluh terakhir Ramadhan 1438 H.

Menurut Fungsionaris Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Makmur, Ustaz Yusbi Yusuf, kemarin, kesempatan untuk melaksanakan iktikaf di Masjid Oman itu, dibuka sejak malam ke-21 Ramadhan dan berakhir sejenak memasuki satu Syawal atau malam hari raya Idul Fitri 1438 H.

Ditambahkan, khusus untuk Ramadhan tahun ini, iktikaf hanya difasilitasi untuk jamaah pria. Jika pun ada jamaah wanita yang hendak iktikaf, tidak dibenarkan menginap di masjid. “Ini untuk menghindari hal hal yang tak sesuai dengan ketentuan dan sunnah,” tutur Ustad Yusbi yang didampingi oleh Zainal Abidin, staf pengurus BKM Masjid Al-Makmur.

Bagi jamaah yang ingin melakukan iktikaf di Masjid Al-Makmur, diminta segera mendaftar pada pengurus BKM, dengan maksud agar pihak nazir masjid bisa mengatur konsumsi dan akomodasi selama iktikaf. “Kita minta peserta iktikaf membawa perlengkapan seadanya, sesuai kebutuhan iktikaf. Jadi tak perlu membawa perlengkapan yang berlebihan,” ujar Yusbi.

Menurut Yusbi Yusuf, untuk konsumsi selama iktikaf akan diatur oleh pihak Masjid Al-Makmur. Untuk itu para peserta iktikaf diminta kontribusi untuk konsumsi sebesar Rp 150.000/orang. Dana itu digunakan untuk konsumsi peserta selama 10 hari melaksanakan iktikaf. “Kita membelikan konsumsi untuk peserta iktikaf yang memang tak boleh jauh dari masjid selama beriktikaf,” tandas Yusbi yang dibenarkan Zainal.

Pengurus BKM Al-Makmur juga mengimbau kepada peserta iktikaf untuk benar benar memanfaatkan kesempatan beribadah dan bermunajah dengan Allah selama 10 hari terakhir itu. Dengan kata lain, kedatangan mereka ke masjid jangan malah terkesan hanya sekadar tidur-tiduran. “Fenomena ini sempat kami saksikan di tahun tahun sebelumnya. Tahun ini kami akan fokus untuk mengawasi hal hal seperti ini, agar iktikaf benar benar dilakukan oleh para jamaah yang melaksanakannya,” kata Yusbi Yusuf.(nur) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id