Ayah dan Anak Divonis 2 Tahun | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ayah dan Anak Divonis 2 Tahun

Ayah dan Anak Divonis 2 Tahun
Foto Ayah dan Anak Divonis 2 Tahun

* Perkara Memperkerjakan WNA Secara Ilegal

MEULABOH – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh Aceh Barat menjatuhi hukuman penjara kepada Edi Ratna (54) dan Frandrik (26) yang merupakan ayah dan anak masing-masing sebagai Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Rezeki Sungaimas dengan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan. Vonis tersebut diputuskan majelis hakim dalam sidang penutup, Senin (29/5).

Kedua warga asal Sumatera Utara (Sumut) itu divonis dalam perkara memperkerjakan lima warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dan Malaysia yang melanggar Undang-undang (UU) Keimigrasian. Sidang kemarin diketuai Said Hasan SH dan hakim anggota M Tahir SH dan M Al-Qudri SH. Sementara jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Aceh Barat Dedek Sumarta Suir SH.

Dua terdakwa Edi dan Fandrik yang merupakan ayah dan anak itu duduk di kursi pesakitan. Vonis hakim kemarin lebih berat dari tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut penjara masing-masing 8 bulan dan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan. Hakim dalam amar putusan menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan pidana sebagaimana Pasal 122 huruf b UU Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian sebagaimana dakwaan JPU.

Kedua terdakwa terbukti mempekerjakan lima WNA secara ilegal di kawasan tambang emas Kecamatan Sungaimas Aceh Barat. Karenanya majelis hakim menjatuhi hukuman penjara terhadap kedua terdakwa masing-masing 2 tahun dan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan. Hakim memerintahkan kedua terdakwa tetap ditahan.

Seperti diberitakan sebelumnya Kantor Imigrasi Meulaboh menetap Edi Ratna (54) dan Fandrik (26) dari PT Rezeki Sungaimas sebagai tersangka dalam kasus mempekerjakan lima WNA di kawasan tambang emas ilegal di Kecamatan Sungaimas. Kedua warga asal Sumatera Utara itu melanggar UU Imigrasi dan langsung dijeblos ke sel.

Sebelumnya pihak Imigrasi juga menangkap lima WNA asal Cina dan Malaysia pada November 2016 lalu hingga mereka disidang PN Meulaboh. Lima WNA tersebut adalah Fu Limin (Tiongkok China), Zhang Weixin (Tiongkok China), Fu Shenqi (Tiongkok China), Tang Xu (Tiongkok China) dan Choi Sau Cheong (Malaysia). Kelima WNA tersebut sudah bebas dengan hukuman masing-masing 5 bulan penjara dan denda Rp 20 juta subsidair 1 bulan kurungan.

Pada sidang kemarin majelis hakim kembali menanyakan amar putusan hakim kepada kedua terdakwa Edi Ratna dan Fandrik serta JPU. Keduanya menyatakan masih pikir-pikir. Kedua terdakwa masih diberi waktu tujuh hari untuk menanggapi amar putusan atau vonis yang telah dijatuhkan hakim kepada keduanya.(riz) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id