BBM Murah Makin Langka, Kenapa? | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

BBM Murah Makin Langka, Kenapa?

BBM Murah Makin Langka, Kenapa?
Foto BBM Murah Makin Langka, Kenapa?

Sebagian besar nelayan di TPI Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, sejak seminggu lalu tidak bisa melaut karena ketiadaan solar bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Pusong. Menurut pengelola SPBUN, yang tersedia hanya dexlite, sedangkan solar bersubsidi benar-benar kosong dalam 10 hari terakhir.

Seorang nelayan pemilik boat dompeng di Pusong Baru mengatakan, “Di SPBUN hanya ada dexlite, harganya 7.500 per liter. Sedangkan solar subsidi yang biasa kami beli 5.150 per liter tidak ada. Beli di SPBU biasa tidak boleh, jadi bagaimana kami ini.”

Pengelola SPBUN itu mengaku kekosongan itu tarjadi karena minimnya jatah solar dari Pertamina. Disebutkan, saat ini, dalam satu bulan Pertamina hanya memberi 101 ton solar. Solar tersebut untuk melayani 300 lebih kapal berkapasitas 5-30 GT. “Pengalaman selama ini, solar sebanyak itu hanya bertahan 20 hari, jad 10 hari lagi kosong. Kami harap nelayan mengerti. Kami pun sedang berupaya agar bisa mendapatkan tambahan kuota solar subsidi dari Pertamina,” kata si pengelola SPBUN.

Kelangkaan BBM itu bukan hanya dialami nelayan sekitar Lhokseumawe, tapi di daerah-daerah lain juga mengalami kesulitan yang sama, yakni sulitnya memperoleh BBM murah untuk kegiatan usaha. Nelayan-nelayan tradisional yang menggunakan boat-boat kecil itu memang tak mungkin menggunakan BBM mahal seperti produk-produk baru Pertamina yang sedang gencar dipromosikannya.

Dan, ternyata juga bukan cuma nelayan yang kerepotan mendapatkan BBM murah, tapi sejumlah awak angkutan umum belakangan ini pun sering marah-marah gara-gara banyak SPBU yang kekosongan premium atau BBM bersubsidi. Sedangkan produk-produk lain yang berharga mahal seperti pertamax, pertalite, dan lain-lain sangat tersedia di hampir semua SPBU.

Kita sangat ingin Pertamina memberikan penjelasan yang masuk akal kepada nelayan dan para sopir angkutan umum yang belakangan ini sangat kesulitan mendapatkan BBM berharga murah. Sebab, kebijakan pemerintah menyediakan BBM murah adalah untuk membantu masyarakat kecil.

Dan, kita melihat, sekarang Pertamina malah sibuk memasarkan BBM produk baru yang harganya tak cocok dengan biaya operasional angkutan umum dan boat-boat nelayan kecil. Jadi, fenomena ini atau mungkin juga kebijakan Pertamina ini sangat membebani rakyat. Mestinya diingat bahwa mayoritas pemakai BBM adalah rakyat miskin.

Oleh sebab itu, jika sekarang masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa direpotkan oleh pemadaman listrik PLN, terus di pasar- harga-harga kebutuhan banyak yang naik, maka soal kelangkaan BBM murah ini sebaiknya tak ikut “melengkapi” kesengsaraan masyarakat.

Sekali lagi, Pertamina harus menjelaskan mengapa BBM murah belakangan ini sangat sering “hilang” di SPBU dan SPBN? (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id