Kok Gitu PLN Pa? | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kok Gitu PLN Pa?

Kok Gitu PLN Pa?
Foto Kok Gitu PLN Pa?

Kok Gitu PLN Pa?

URI.co.id, BANDA ACEH – Pemadaman listrik pada hari kedua Ramadhan 1438 H atau Minggu (28/5/2017), ternyata juga merenggut keceriaan dan kebahagiaan anak-anak dalam menjalankan ibadah di bulan mulia ini.

Seperti dikisahkan oleh Fauzan MD, warga Bayu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, melalui pesan Whatsapp kepada URI.co.id, Minggu malam.

Fauzan menceritakan bahwa pada Minggu sore itu, dia bersama istri dan tiga anaknya baru saja memulai menyentuh makanan berbuka, saat lampu tiba-tiba padam, tepat pukul 18.56.

“Baru empat menit kami makan, tiba-tiba lampu padam. Akhirnya kami melanjutkan makan dan shalat magrib dengan ditemani lilin ,” tulis Fauzan yang tinggal di kompleks Bayu Permai Desa Bayu, Darul Imarah, Aceh Besar.

“Saya sedih saja melihat anak-anak saya yang biasanya sangat ceria saat buka puasa, tapi tadi tampak murung,” ujarnya.

Untuk menghibur anaknya, Fauzan kembali mengajak keluarganya melaksanakan shalat Isya dan Tarawih di Masjid Raya Baiturrahman.

“Di perjalanan, anak perempuan saya terus menanyakan kok gitu PLN pa? Janji di koran Serambi orang PLN bilang selama bulan puasa enggak akan mati-mati lampu,” tutur Fauzan.

“Saya hanya bisa jawab, mungkin ini cobaan bagi orang berpuasa. Agar kita selalu tabah dan sabar. Tapi Raisa anak saya masih tetap menggugat, seharusnya pihak PLN jangan berjanji jika tidak sanggup menepati,” lanjut Fauzan.

Anak-anaknya, kata Fauzan, sempat gembira ketika dia membacakan sebuah pengumuman yang beredar di grup WA dan Facebook. Pengumuman itu mengatasnamakan PLN.

Pada salah satu poin pengumuman itu disebutkan bahwa arus listrik di Jalan Muhammad Tahir, termasuk kawasan Bayu, akan menyala kembali pada pukul 21.00 WIB.

“Anak-anak pun senang mendengar pengumuman ini, karena suasana di rumah akan terang benderang kembali setelah kami pulang dari Masjid Raya nanti,” kata Fauzan.

Namun apa nyana, ternyata janji kembali tinggal janji. Suasana di Bayu masih tetap gelap gulita saat Fauzan dan keluarganya tiba di rumah. Padahal saat itu jam sudah menunjuk pukul 22.00 WIB, lebih satu jam dari janji pihak PLN.

“Anak-anak pun protes kepada saya. Mereka bilang ‘kata papa pukul 21.00 listrik sudah hidup, kok udah jam 10 malam belum hidup’. Saya jadi serba salah, karena kalau terus-terusan seperti ini, anak-anak bisa enggak percaya lagi dengan apa yang mereka dengar,” ujarnya.

“Akhirnya kami pun duduk di rumah seraya menghidupkan kembali sisa lilin kemarin. Untung dibantu dengan cahaya ‘senter’ di hp yang bisa membantu meredam protes anak-anak. Sekitar pukul 22.33 WIB barulah listrik menyala kembali,” tulis Fauzan mengakhiri ceritanya. (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id