PLN Ganggu Kenyamanan Puasa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PLN Ganggu Kenyamanan Puasa

PLN Ganggu Kenyamanan Puasa
Foto PLN Ganggu Kenyamanan Puasa

* Netizen Luapkan Sumpah Serapah

BANDA ACEH – Kekecewaan masyarakat Aceh terhadap PLN semakin memuncak, terlebih karena pemadaman masih berlanjut hingga memasuki bulan Ramadhan. Laporan mati lampu disertai hujatan terus mengalir ke Serambi hingga tadi malam, bahkan seorang pelanggan listrik di kawasan Lueng Bata, Banda Aceh secara blak-blakan menyebut PLN menzalimi Aceh.

Berdasarkan laporan dan fakta di lapangan, kebijakan pemadaman yang dilakukan PLN sejak sebelum Ramadhan berlanjut hingga memasuki bulan suci.

Seorang pelanggan listrik di kawasan Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Yunardi M Is menyebutkan, sebenarnya masyarakat sangat berharap selama Ramadhan listrik normal karena sebelum Ramadhan sering terjadi pemadaman, yang menurut pihak PLN untuk kehandalan pelayanan, termasuk selama Ramadhan. “Nyatanya, mati lampu berlanjut hingga bulan puasa. Benar-benar mengecewakan,” ujar Yunardi.

Seorang warga lainya, Sakir Walad secara khusus menelepon Serambi mempertanyakan janji pejabat PLN yang akan memaksimalkan layanan selama Ramadhan. “Apa begini yang dimaksud maksimal? Saat ini setengah Banda Aceh gelap,” lapor Sakir pada pukul 21.40 WIB, tadi malam.

Jamaah Masjid Baitusshalihin, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh melaporkan, mati lampu sejak menjelang buka puasa dan berlanjut hingga pelaksanaan shalat isya dan tarawih. “Baru hidup saat berdoa seusai shalat witir,” kata Imran Thaib, warga Lamglumpang, Ulee Kareng.

Hujatan terus mengalir dari berbagai penjuru Banda Aceh maupun Aceh Besar. Umumnya melampiaskan kekecewaan dan (maaf) umpatan yang terdengar sudah di luar kontrol. Malah seorang warga yang mengaku dari Lueng Bata, Kota Banda Aceh secara blak-blakan menyebut PLN menzalimi Aceh.

“Apalagi namanya kalau bukan penzaliman. Kita berharap bisa nyaman dan khusyuk beribadah dalam bulan suci ternyata harus berhadapan dengan mati lampu. Buka puasa yang harusnya menjadi saat yang paling membahagiakan harus bergelap-gelap,” tandas warga yang minta namanya tak perlu ditulis itu. “Ini persoalan yang dirasakan pelanggan listrik secara umum, tak perlu menulis orang per orang,” katanya.

Sumpah serapah
Kekecawaan terhadap PLN juga diluapkan para netizen melalui facebook menjelang buka puasa, kemarin. Umumnya, para netizen melayangkan kekecewaannya melalui status. Sumpah serapah kepada PLN mengalir lancar.

Seperti akun facebook Zahidi Zack. Sekira pukul 19.30 WIB, ia menuliskan kekecewaannya kepada PLN dengan Bahasa Aceh. PLN han glah-glah, dari thon keu thon. APBA tiep thon meutamah, tapi han ek dibloe mesen listrek yang get. Merdeka gob merdeka jih, peu hom,” tulisnya.

Lain lagi dengan akun Ayie Mudarris. Dengan melampirkan sebuah berita dengan judul GM PLN Bekomitmen Antisipasi Pemadaman Listrik di Bulan Ramadhan yang ditayangkan oleh salah satu portal di Aceh, Ayie Mudarris mengatakan “Komitmen nyoe komitmen jeh. Buka puasa sabe lam seupot”. “Terima kasih untuk kegelapan ini, berbuka dalam gelap,” tulis Ayie Mudarris.

Begitu juga dengan akun Muazzinah Yacob, meski tak bersumpah serapah, namun akun facebook ini menuliskan kalimat yang memantik komentar dan pengguna akun lainnya. “5 juta orang Aceh dukung Pimpinan (GM) PLN Aceh diganti, #efeksiatatmatelampu,” tulisnya. Akun lain seperti Rizal Safril juga melampiaskan kekecewaan melalui facebok. “Haba u luwa nanggroe, hudep mantong lam genset, opotalah,” tulisnya.

Rata-rata akun facebook yang ditelusuri Serambi menulis kekecewaan kepada PLN. Para netizen kecewa karena listrik padam sesaat menjelang berbuka puasa. Beberapa akun juga sempat memposting foto berbuka puasa yang diterangi lilin, dan mereka menuliskan “Terima kasih PLN sudah membuaat buka puasa kami menjadi romantis begini diterangi lilin”.(nas/dan) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id