Menyemarakkan Ramadhan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Menyemarakkan Ramadhan

Menyemarakkan Ramadhan
Foto Menyemarakkan Ramadhan

Oleh Dr. Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, MCL, MA Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Email: [email protected]

DI samping berpuasa yang wajib kita tunaikan selama Ramadhan, kita juga dianjurkan mengisi, menghidupkan, dan menyemarakkan bulan suci ini dengan berbagai ibadah.

Bagaimana caranya? Ketika muslim taat bersusah payah menghidupkan Ramadhan dengan berbagai aktivitas harian, maka di sana wujud Ramadhan yang semarak. Ketika muslim maksiat berupaya untuk hidup seperti di bulan-bulan lain dalam bulan Ramadhan, sehingga para da’i dan mubalig sibuk berdakwah dan mengajak mereka ke jalan yang benar, maka di sana pula terdapat Ramadhan yang semarak.

Semarak itu adakalanya dalam bentuk positif dan terkadang negatif dalam penilaian global dan menyeluruh, namun semarak dalam kajian Islam yang kita maksudkan di sini tentunya mesti mengandung nilai positif dan jauh dari nilai-nilai negatif. Ini semua, tentunya, menjadi satu bagian tersendiri dari kesemarakan Ramadhan setiap tahun. Banyak kegiatan yang dapat dilaksanakan sekaligus dapat menyemarakkan Ramadhan bagi kehidupan umat Islam.

Ramadhan itu akan lebih semarak apabila dalam bulan tersebut umat Islam meningkatkan kegiatan tadarus siang dan malam, mengadakan pesantren Ramadhan, training, dan pelatihan-pelatihan tentang ilmu-ilmu Islam. Ia juga menjadi semarak ketika umat Islam meningkatkan silaturahmi dengan saling mengunjungi, saling menyapa, saling berbagi kisah dan ilmu-ilmu agama, baik secara langsung maupun melalui media sosial seperti facebook, twitter, WhatsApp, dan sebagainya.

Aktivitas relevan lainnya adalah berbuka puasa bersama di masjid, meunasah, balai pengajian, sekolah, kampus, perkantoran, dan sebagainya. Bagi orang-orang yang menyiapkan bahan berbuka mendapatkan keistimewaan tersendiri dari Allah Swt sebagaimana sabda Nabi saw, “Siapa saja yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Ahmad, Tirmizi, dan Ibnu Majah).

Meningkatkan kualitas dan kuantitas shalat berjamaah di masjid, meunasah, kantor, sekolah, universitas, di sawah, di gunung, di laut, dan di mana-mana menjadi nuansa lain semaraknya Ramadhan, manakala ummat Islam memahami betapa penting dan tingginya nilai shalat berjamaah itu bagi seorang muslim, yaitu 27 kali lipat pahalanya dibandingkan shalat sendirian.

Mengadakan dan meningkatkan pengajian rutin menjelang berbuka, menjelang sahur, ba’da shalat Subuh dan waktu-waktu lainnya menjadi nuansa tersendiri dalam menyemarakkan Ramadhan. Meningkatkan shalat sunnat seperti shalat sunah Rawatib, sunah Duha, Tahajjud (qiyamul lail), Tarawih, Witir, dan shalat sunat lainnya merupakan bagian dari aktivitas-aktivitas relevan untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan, yang semestinya harus dilaksanakan oleh segenap umat Islam.

Semua itu menjadi bagian dalam menghidupkan bulan suci Ramadhan yang ganjarannya adalah ampunan segala dosa masa lalu. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menghidupkan bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan Allah ampunkan segala dosa-dosa masa lalunya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Yang dimaksudkan menghidupkan bulan Ramadhan adalah menyemarakkan Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan yang kita sebutkan di atas tadi.

Ukhuwah islamiah
Semua aktivitas relevan dengan menyemarakkan Ramadhan tersebut berkaitan langsung dengan ukhuwah islamiah yang lahir dari semua kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan. Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, “Janganlah kalian saling hasad, saling menipu, saling membenci dan saling membelakangi/memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual atas jualan orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara bagi muslim lainnya; dia tidak menzalimi, tidak mengabaikan, tidak mendustakan, dan tidak menghinanya. Takwa itu di sini (sambil menunjuk dadanya sebanyak tiga kali). Cukuplah seorang muslim dikatakan berdosa jika dia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim terhadap muslim lainnya; haram darah, harta, dan kehormatannya.” (HR. Muslim).

Menyemarakkan Ramadhan dengan aneka kegiatan secara bersamaan sesama insan akan dapat memperkokoh ukhuwah islamiah, akan dapat saling membantu, saling menyayangi, saling berbagi, saling mencintai. Itulah hakikat yang paling hakiki di balik aktivitas menyemarakkan bulan suci Ramadhan, sehingga selepas Ramadhan nanti, kekuatan dan power ukhuwah islamiah tidak akan tertandingi. Ia akan padat sepadat pasak yang tinggi, kuat sekuat gempa bumi, akan keras sekeras besi, dan akan sempurna sesempurna firman Ilahi.

Ramadhan tidak akan pernah semarak ketika umat Islam pasif dari semua kegiatan yang kita sebutkan di atas. Ramadhan itu akan semarak ketika umat Islam mau melakukan aneka kegiatan yang mendatangkan pahala sebagaimana yang sudah kita sebutkan di atas. Langkah-langkah yang perlu dilakukan umat Islam untuk menyemarakkan Ramadhan adalah: Pertama, umat Islam harus berilmu sehingga tau bahwa menyemarakkan Ramadhan akan mendapatkan ampunan dari Tuhan; Kedua, umat Islam harus mau beraktivitas dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan yang mendatangkan pahala, dan; Ketiga, umat Islam harus saling membantu, saling menolong untuk kesempurnaan ibadah Ramadhan.

Semua itu dilakukan karena Allah telah menjanjikan sesuatu yang terbaik di balik Ramadhan yang semarak, janji Allah itu tidak akan pernah dapat ditiru oleh siapa pun walaupun mereka merekayasa, merancang, mengancam, menjanjikan yang menyenangkan, dan sebagainya kalau Allah tidak berkehendak tidak akan pernah wujud. Hanya dalam Ramadhan yang semaraklah seseorang muslim akan mendapatkan sesuatu yang dicari, baik yang berkenaan dengan ampunan dosa, kemurahan, dan kemudahan hidup, maupun kemakmurannya.

Ramadhan merupakan solusi untuk semua itu, maka berpuasalah sebulan penuh, berkegiatanlah untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan sebulan penuh, memohon ampunan Allah, bertobat dan bertakwa, serta beramal salehlah di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini. Semoga semua kita menjadi calon penghuni surga yang dijanjikan Allah kepada orang-orang bertakwa. Firman-Nya, “Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang agung.” (QS. An-Nisa’: 13). (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id