“Kondisi PLN Memang Sulit” | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

“Kondisi PLN Memang Sulit”

“Kondisi PLN Memang Sulit”
Foto “Kondisi PLN Memang Sulit”

SEHUBUNGAN semakin memburuknya pelayanan listrik PLN, Serambi memintai tanggapan Deputi Manajer Hukum dan Humas PT PLN Wilayah Aceh, T Bahrul Khalid.

Bahrul yang dihubungi Serambi, Minggu (28/5) siang mengatakan, PLTU Nagan Raya II kembali drop akibat pecahnya membran turbin, Minggu (28/5) sekitar pukul 08.43 WIB. Padahal, kata Bahrul, tiga hari lalu pembangkit yang sama juga mengalami kerusakan kipas pendingin dan sedang dalam proses penormalan.

Menurut Bahrul, insiden pecahnya membran turbin diyakini akibat gangguan pembangkit di Medan yang secara otomatis memengaruhi sistem kelistrikan Aceh-Medan, dan berujung pada collapse-nya setengah wilayah Aceh.

Secara teknis, lanjut Bahrul, hilangnya suplai listrik dari PLTU Nagan II membuat transmisi mengalami drop tegangan. “Untuk menaikkannya, dengan sangat terpaksa kami memadamkan listrik di beberapa daerah Aceh,” kata T Bahrul, dan menyebut wilayah yang padam antara lain Banda Aceh, Sigli, Meulaboh, dan Nagan Raya.

Dikatakannya, tim teknisi mengganti material yang rusak dan diusahakan kembali sinkron dengan sistem Aceh pada Minggu (28/5). Sehingga untuk menghindari padam total di sebuah wilayah, pihaknya terpaksa mengatur beban di sisi distribusi dengan memberlakukan jadwal pemadaman bergilir dengan dulrasi pemadaman tiga jam.

“Kami harap pada masa kritis ini kita bisa menggunakan listrik secara bijak dan hemat, agar dapat mengurangi jumlah pemadaman,” imbaunya.

Kondisi sulit
Menanggapi banyaknya kritikan pedas dan sumpah serapah yang dialamatkan ke PLN, Deputi Manajer Hukum dan Humas PT PLN Wilayah Aceh, T Bahrul Khalid mengatakan pihaknya sama sekali tidak berniat untuk menzalimi masyarakat Aceh. “Masyarakat adalah pelanggan kami. Tidak ada niat sedikit pun dari kami untuk menzalimi masyarakat. Tapi kondisi saat ini memang sulit,” ujar Bahrul.

Dia mengatakan, di saat PLTU Nagan I sedang bermasalah, PLN Aceh harus menerima kenyataan bahwa Nagan II juga mengalami kerusakan, sehingga keduanya tidak bisa beroperasi optimal. “Kawan-kawan di lapangan terus berjuang untuk memperbaiki kerusakan itu dalam beberapa hari ke depan. Kalau tidak ada halangan, kita doakan bisa secepatnya normal,” demikian Bahrul Khalid.(fit) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id