OTT di SMKN 1 bukan Pungli | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

OTT di SMKN 1 bukan Pungli

OTT di SMKN 1 bukan Pungli
Foto OTT di SMKN 1 bukan Pungli

* Dikembalikan ke UPTD untuk Sanksi Administrasi

LHOKSEUMAWE – Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Senin (29/5), berencana menyerahkan kasus operasi tangkap tangan (OTT) di SMKN 1 Lhokseumawe, kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah III Dinas Pendidikan Aceh di Lhokseumawe. Kasus itu tidak lagi diproses secara pidana, karena tidak ditemukan unsur pidananya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Resrkim AKP Budi Nasuha, Minggu (28/5) menyebutkan, dalam menindaklanjuti kasus OTT oleh tim Saber Pungli tersebut, pihaknya sudah melakukan gelar perkara yang melibatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe yang juga termasuk dalam tim terpadu Saber Pungli.

Dalam gelar perkara, diputuskan bahwa pengutipan uang dari siswa baru sekolah itu memang terbukti untuk membeli pakaian/seragam. Bahkan sebagian uang sudah disetor kepada penjual pakaian. “Kita juga sudah cek ke penjual tersebut dan memang benar sebagian uang sudah diterima dari pihak SMKN 1 Lhokseumawe, “kata Budi.

Dalam kasus itu, tambahnya, hanya terjadi kesalahan administrasi dalam proses pengutipan. “Seharusnya, sebelum melakukan pengutipan, harus ada rapat komite yang melibatkan wali murid. Hal ini yang tidak dilakukan oleh pihak sekolah,” ujarnya.

Hasil gelar perkara disimpulkan, kasus tersebut diproses secara administrasi saja, sehingga akan dikembalikan ke pihak UPTD. “Besok (hari ini-red) kita akan serahkan seluruh barang bukti ke UPTD untuk diberikan sanksi administrasi pada pihak sekolah,” pungkas Budi.

Diberitakan sebelumnya, tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Lhokseumawe, melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di SMKN 1 Lhokseumawe, Rabu (24/5) siang. Tim menyita uang tunai Rp 65.030.000 yang diduga hasil pungli oknum di sekolah itu. Tim juga membawa tiga orang ke Mapolres Lhokseumawe untuk diperiksa.

Ketua Tim Saber Pungli Lhokseumawe, Kompol Isharyadi saat itu menyebutkan, awalnya tim mendapatkan informasi tentang adanya pengutipan uang secara ilegal pada siswa sekolah itu. Setiap siswa dikutip Rp 510 ribu, sementara setiap siswi Rp 525 ribu. Uang itu digunakan untuk membeli pakaian/seragam sekolah.

Kasubbag TU UPTD PPMG Wilayah III Lhokseumawe Dinas Pendidikan Aceh, Anwar, bersyukur kasus itu tidak diproses secara pidana. Pihaknya juga menilai kesalahan dalam pengutipan uang itu juga kesalahan administrasi, yaitu tidak diputuskan dalam rapat dengan wali murid.

“Jadi bila benar dikembalikan ke kami, maka pasti akan kita berikan sanksi administrasi. Sanksi administrasi apa yang akan kami berikan, nanti kami musyawarahkan dulu dengan unsur pimpinan,” demikian Anwar.(bah) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id