Napi Tamping Babak-belur | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Napi Tamping Babak-belur

Foto Napi Tamping Babak-belur

* Diduga Terkait Utang

MEULABOH – Jufriadi (32), nara pidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas IIB Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (12/3) sekira pukul 15.00 WIB dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Cut Nyak Dhien Meulaboh. Napi kasus narkoba yang tercacat warga Nagan Raya itu mengalami luka serius setelah dipukul seorang napi lain di dalam LP tersebut.

Informasi diperoleh Serambi kemarin napi yang dipukul tersebut selama ini tercacat sebagai napi tamping (pendamping). Sedangkan napi yang memukul disebut-sebut bernama Si Gam yang tercacat sebagai napi tamping. Tak jelas bagaimana kronologi kejadiannya. Namun satu versi menyebutkan napi Jufriadi sedang istirahat di dalam LP dan tiba-tiba dipukul dengan kayu oleh seorang napi sehingga langsung tidak sadar diri.

Versi lain menyebutkan, kedua napi tersebut sempat berkelahi sehingga Jufriadi babak belur setelah bagian kepala terkena hantaman kayu dan mengalami luka serius. Pihak LP melarikan Jufriadi ke IGD RS Cut Nyak Dhien untuk mendapat penanganan medis. Sementara napi yang diduga sebagai pemukul sudah diamankan pihak LP guna dimintai keterangan. Jufriadi yang coba diwawancarai terkait kasus menimpa dirinya masih belum dapat berbicara.

Sementara itu Irwandi, adik Jufriadi kepada wartawan mengatakan pihak keluarga tidak menerima perlakuan tersebut sehingga melaporkannya ke polisi. Dia menyebutkan kasus pemukulan terhadap Jufriadi di LP oleh pelaku sudah dua kali terjadi dalam waktu yang berbeda. Dia menyebutkan akibat pemukulan tersebut menyebabkan adiknya mengalami luka bagian pelipis, kepala, dada sesak dan beberapa bagian lain.

“Saya kecewa terhadap kasus menimpa abang saya. Padahal dalam waktu dekat akan bebas dari LP setelah tujuh tahun menjalani hukuman dalam kasus narkoba,” ujar Irwandi.

Kepala LP Meulaboh, Jumadi kepada Serambi kemarin sudah mendapat laporan. Pihaknya kini tengah menyelidiki kasus tersebut sehigga dapat diselesaikan secara baik-baik. Apalagi napi yang cidera terkena pukul dan napi pemukul selama ini tercacat warga baik-baik dan sebagai napi tamping. “Selama ini mereka baik-baik. Mereka berdua napi tamping dan keduanya tercatat warga Nagan Raya,” kata Jumadi.

Dia menyebutkan informasi sementara diperoleh, kasus ini terjadi diawali perselisihan keduanya terkait utang piutang sehingga memicu cekcok. “Kasus main pukul tidak dibenarkan dalam aturan dan tentu akan diambil tindakan tegas dan segera dilakukan pemeriksaan terkait persoalan ini,” ujarnya.(riz) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id