Lintas Ulee Lheue-Gp Jawa Rusak Berat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Lintas Ulee Lheue-Gp Jawa Rusak Berat

Lintas Ulee Lheue-Gp Jawa Rusak Berat
Foto Lintas Ulee Lheue-Gp Jawa Rusak Berat

* Pemko Minta Bantuan Pusat

BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh segera menyurati Pemerintah Aceh, terkait rencana perbaikan Jalan Ulee Lheue-Gampong Jawa yang saat ini rusak parah. Bahkan, Pemko juga akan meminta bantuan pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), jika Provinsi tidak sanggup memenuhinya.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Drs H Zainal Arifin kepada Serambi, Minggu (28/5) saat meninjau jalan lingkar di pinggir pantai Ulee Lheue itu. Zainal yang didampingi Kepala Bappeda Kota Banda Aceh, Ir Gusmeri MT dan dua stafnya menyusuri sejumlah titik jalan aspal yang amblas akibat abrasi.

“Kami berharap perbaikan ini bisa dilakukan lewat APBA Perubahan. Tapi jika tidak mungkin, maka bisa lewat APBA murni atau APBN murni tahun 2018,” ujar Zainal Arifin. Sebelumnya kata dia, Dinas PU Kota sudah pernah menyurati Dinas PU Provinsi terkait hal ini, tapi belum direspons sampai saat ini.

Menurut Zainal, saat ini Jalan Ulee Lheue-Gampong jawa merupakan jalur yang sangat digemari, dimana masyarakat bisa menikmati keindahan laut Ulee Lheue sambil mencicipi kelezatan kulinernya. “Ulee Lheue memang terkenal dengan wisata lautnya dari dulu. Kita harus lestarikan bahkan tingkatkan fasilitasnya,” ujar dia.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banda Aceh, Ir Gusmeri MT mengatakan, kerusakan Jalan Ulee Lheue-Gampong Jawa bisa jadi karena perencanaan yang kurang matang. “Bukan bermaksud menyalahkan, tapi dalam suatu perencanaan itu ada studi kelayakan. Hal ini yang tidak maksimal dilakukan,” ujar dia.

Menurutnya, studi kelayakan yang dilakukan tidak memperhitungkan risiko dari pasang purnama, sehingga jalan rentan rusak karena setiap saat diterjang gelombang laut. Termasuk kajian berapa ketinggian ombak saat pasang purnama. “Hal itu harus diperhitungkan sebagai acuan untuk membangun pemecah ombak,” jelas Gusmeri, dan menyebut pemecah ombak saat ini sangat rendah, sehingga air laut kerap menerjang badan jalan.

Gusmeri berharap pemerintah Aceh dan Pusat dapat merealisasikan hal itu segera, sebab jalur tersebut sangat riskan dan dilewati banyak pengendara. “Selain untuk keperluan wisata, jalan ini juga sebagai jalur evakuasi bencana. Semestinya dibangun lebih baik,” tukasnya. (fit) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id