Dilaporkan Hilang, Ternyata Dua Nelayan Aceh Terombang-ambing di Laut Thailand   | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dilaporkan Hilang, Ternyata Dua Nelayan Aceh Terombang-ambing di Laut Thailand  

  • Reporter:
  • Minggu, Mei 28, 2017
Dilaporkan Hilang, Ternyata Dua Nelayan Aceh Terombang-ambing di Laut Thailand   
Foto Dilaporkan Hilang, Ternyata Dua Nelayan Aceh Terombang-ambing di Laut Thailand  

URI.co.id, BANDA ACEH – Dua nelayan tradisional Aceh yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarga pada 24 Mei lalu, ternyata telah terdampar di Perairan Thailand. Kedua nelayan tersebut adalah Hasanuddin (39) Yogi Prayogo (23) warga Panteraja, Pidie Jaya, Aceh.

Sebelum terdampar kedua nelayan ini sempat terombang-ombang di lautan lepas hingga terdampar ke perairan Thailand.

Informasi ini diketahui Serambi awalnya dari akun Facebook Amri Azooka. Sekira pukul 13.00 akun tersebut membagikan sebuah video dari akun Ardolly.

Video tersebut menampilkan dua nelayan Aceh yang memegang bendera Indonesia sedang terombang-ambing di lautan. Perlahan, keduanya terseret arus hingga ke daratan dan akhirnya diselamtakan warga.

“Dua nelayan asal Panteraja terdampar di laut selama 8 hari, Alhamdulillah mereka selamat di pantai Negara Thailand…..Yogi Prayogo dan Hasanuddin,” tulis Ardolly pada postingannya.

Hingga pukul 14.55 WIB, video itu sudah tayang sebanyak 11 ribu kali, disukai 234 akun, 471 kali dibagikan, dan dikomentari oleh 35 akun facebook lainnya.

Amatan URI.co.id, dalam video berdurasi 4.22 menit itu, kapal yang ditumpangi keduanya seperti mati dan terseret ke sana ke mari oleh ombak besar.

Yogi Prayogo dan Hasanuddin akhirnya tampak sangat bahagia setelah kapal mereka itu terdampar di perairan Thailand. Keduanya juga sempat diinterogasi oleh warga dan polisi perairan Thailand.

Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftachhuddin, yang dikonfirmasi URI.co.id membenarkan peristiwa tersebut. “Iya benar, keduanya berangkat dari Pelabuhan Perikanan Lampulo Banda Aceh pada 9 Mei menggunakan boat KM Seruni Kapasitas 6 Gt boat pancing tuna,” tuturnya.

Atas peristiwa itu, Miftachhuddin juga megaku, atas nama Lembaga Hukom Adat Panglima Laot Aceh telah mengirimkan surat kepada Duta Besar Republik Indonesia di Thailand. Surat itu juga ditembuskan ke Kementerian Luar Negeri, Guberur Aceh, Ketua DPRA, Danlanal Sabang, Polair Polda Aceh, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh. (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id