PDAM Tirta Daroy Bocor Rp 350 Juta   | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PDAM Tirta Daroy Bocor Rp 350 Juta  

PDAM Tirta Daroy Bocor Rp 350 Juta   
Foto PDAM Tirta Daroy Bocor Rp 350 Juta  

* Dampak Sambungan tak Terdaftar

 BANDA ACEH – Penerimaan PDAM Tirta Daroy Banda Aceh diperkirakan bocor mencapai Rp 350 juta karena banyaknya sambungan aspal (asli tapi palsu) yang dilakukan orang dalam di perusahaan tersebut.

Dugaan adanya sambungan aspal itu disampaikan seorang warga Banda Aceh yang mengaku bernama Ikhwan melalui surat yang diposkan ke Serambi tertanggal 19 Mei 2017 namun baru diterima, Sabtu (27/5).

Dalam surat itu Ikhwan menulis, sejak awal 2016 jumlah sambungan ilegal PDAM Tirta Daroy mencapai 260 unit yang sudah dikutip uang penyambungan dari masyarakat Rp 1.200.000 sampai Rp 1.500.000 per sambungan.

Jika dirata-ratakan, lanjut Ikhwan, jumlah uang yang sudah dihimpun namun tidak disetor ke kas PDAM Tirta Daroy dari sambungan ilegal itu mencapai Rp 350 juta.

Laporan tersebut juga menyebutkan, pimpinan PDAM Tirta Daroy mengetahui kejahatan ini tapi terkesan melindungi oknum-oknum yang telah memunculkan kerugian bagi perusahaan. “Mohon dimintai klarifikasi dari pihak PDAM agar tidak mejadi fitnah. Sebab di satu sisi ada masyarakat yang menikmati air bersih tanpa perlu membayar sedangkan di sisi lain ada yang rajin membayar namun air sering hidup mati,” demikian laporan tersebut.

Dirut PDAM Tirta Daroy Banda Aceh, T Novizal Aiyub yang dimintai konfirmasi oleh Serambi terkait laporan masyarakat yang menyebutkan banyaknya sambungan yang tidak terdaftar, tidak membantah. Novizal yang akrab disapa Ampon Yub mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penertiban sambungan ilegal dan sudah membentuk tim untuk itu.

Dijelaskan Ampon Yub, sambungan yang dilaporkan itu adalah sambungan ‘aspal’ di mana masyarakat telah melakukan proses penyambungan baru tetapi belum didaftarkan oleh oknum penyambung. “Datanya sudah ada pada kita dan akan kita minta pertanggung jawaban untuk itu,” tandas Dirut PDAM Tirta Daroy.

Ketika dimintai penegasan apakah ada orang dalam yang terlibat, menurut Ampon Yub untuk sambungan ‘aspal’ memang melibatkan oknum karyawan karena masyarakat sudah mendaftarkan tetapi tidak diselesaikan proses pendaftarannya. Di samping itu, lanjutnya, ada juga sambungan ilegal yang dilakukan oleh masyarakat sendiri.

“Sangat sulit untuk memberantas sambungan ilegal karenanya kita memakai pendekatan persuasif dengan karyawan dan masyarakat. Banyak karyawan kita yang terlibat sambungan ilegal karena mereka saling menutupi,” kata Dirut PDAM Tirta Daroy.(nas) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id