MA Hukum 4 Koruptor | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

MA Hukum 4 Koruptor

MA Hukum 4 Koruptor
Foto MA Hukum 4 Koruptor

* Terbukti Korupsi Proyek Transmigrasi di Geumpang

 BANDA ACEH – Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan putusannya terhadap empat terpidana kasus korupsi pekerjaan pembangunan permukiman dan infrastruktur kawasan transmigrasi yang berada di pegunungan Kecamatan Geumpang, Pidie, dengan kerugian Rp 503 juta lebih dari pagu Rp 5,2 miliar lebih dari APBN tahun 2012.

Keempat terpidana adalah Ir Jamaludin selaku mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pidie, Muzamir Ahmad selaku Direktur PT Syakura, Nurizal ST selaku Wakil Direktur I CV Penamas Architect Design atau Konsultan Pengawas, dan Suryadi ST selaku Site Maneger PT Syakura atau Pelaksana Lapangan.   

Masing-masing terpidana dipidana enam tahun penjara, kecuali Nurizal yang divonis 5.6 tahun penjara dan membayar denda masing-masing Rp 200 juta atau bisa diganti dengan kurungan (subside) selama enam bulan. Vonis itu dibacakan secara terpisah oleh majelis hakim, Dr Salman Luthan SH MH (ketua) dan Syamsul Rakan Chaniago SH MH dan MS Lumme SH pada Februari dan Maret 2017.

Putusan ini berbeda jauh dengan putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh pada 23 Maret 2016. Hakim menyatakan keempat terpidana tidak bersalah dan membebaskannya dari segala tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Pidie yang menuntut masing-masing empat tahun penjara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pidie, Efendi SH MH melalui Kasipidsus, Zulfikar SH kepada Serambi, Sabtu (27/5) mengatakan pihaknya baru menerima putusan MA sekitar dua minggu lalu. “Kita terima putusannya dua minggu lalu, kemudian hari Rabu (24/5) kemarin sudah dieksekusi terpidananya (kecuali Suryadi),” kata Zulfikar.

Zulfikar mengatakan, para terpidana yang sudah dieksekusi adalah Muzamir Ahmad dan Nurizal yang ditahan di Rutan kelas II B Sigli. Sedangkan terpidana Jamaluddin ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II A Banda Aceh. “Ketiganya menyerahkan diri, mereka datang sendiri ke kantor setelah keluarnya keputusan MA,” ujarnya.

Dikatakan Zulfikar, para terpidana dinyatakan bersalah karena ditemukan beberapa item dalam pekerjaannya kekurangan spek meskipun pekerjaan selesai. Di antaranya penggunaan jenis kayu untuk rangka bangunan, atap, kusen dan kuda-kuda bangunan. Seharusnya digunakan kayu kelas II tetapi dipasang kayu kelas III.

Kasipidsus Kejari Pidie, Zulfikar juga menyampaikan bahwa dari empat terpidana yang sudah dieksekusi, tinggal Suryadi, mantan ajudan Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, yang kini belum menyerahkan diri. Menurut Zulfikar, terpidana saat ini sudah buron dan belum diketahui keberadaaannya. 

Pihaknya, kata Zulfikar, masih menunggu i’tikat baik dari Suryadi untuk menyerah. “Saat ini masih dalam pencarian. Kita masih menunggu i’tikat baik dari Suryadi dulu. Tapi kalau dalam bulan ini dia tidak menyerahkan diri, maka kita akan kirim surat ke Polres untuk minta bantu pencarian,” ujar Zulfikar.(mas) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id