MPU: Hormati Perbedaan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

MPU: Hormati Perbedaan

MPU: Hormati Perbedaan
Foto MPU: Hormati Perbedaan

* Sebagian Warga Berpuasa Hari Ini

SUKA MAKMUE – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Nagan Raya Teungku Said Jamalul Hakim meminta kepada seluruh umat muslim di Nagan Raya untuk menghormati perbedaan dalam ibadah selama bulan suci Ramadhan, terutama dalam hal jumlah rakaat shalat tarawih dan penetapan awal Ramadhan.

“Tentu semua ini (shalat tarawih) ada nash (alasannya) sesuai yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Silakan dikerjakan sesuai dengan keyakinan dan kemampuan,” ujarnya kepada Serambi kemarin. Ia berharap perbedaan dalam melaksanakan ibadah tarawih juga tak perlu menjadi bahan gunjingan dan persoalan di masyarakat. Akan tetapi, shalat sunat ini hendaknya dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan di setiap tahunnya sebagai bentuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah swt.

Seperti diketahui sebagian warga di Kabupaten Nagan Raya termasuk di Aceh Barat mulai melaksanakan ibadah puasa pada Minggu (28/7) hari ini. Terkait hal ini, Teungku Said Jamalul Hakim meminta kepada seluruh umat muslim agar menghargai satu sama lain apabila memang ditemukan ada perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan. “Hargai perbedaan, jangan saling hujat. Yang salah adalah apabila ada umat muslim yang tak berpuasa di bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Sementara itu masyarakat Kabupaten Aceh Barat menjalani ibadah puasa dalam tiga versi yang berbeda. Sejumlah warga mulai berpuasa sejak Sabtu (27/5) mengikuti penetapan 1 Ramadhan secara nasional, sedangkan sejumlah warga lain mulai puasa Minggu (28/5) hari ini. Sementara sejumlah pengikut Abu Peulekung di Aceh Barat malah puasa lebih awal lagi sejak Kamis (25/5) lalu.

Berdasarkan informasi diperoleh Serambi, Pemkab Aceh Barat pada Jumat petang melakukan pengamatan bulan di kawasan Suak Geudebang Kecamatan Samatiga yang dihadiri tim dari Badan Hisab dan Rukyat (BHR), Sekda Bukhari, Kadis Syariat Islam Mursalin, Plt Kakankemenag Jakfar, Ketua MPU Tgk Abdur Rani dan sejumlah ulama dayah serta pejabat lainnya.

Berdasarkan pengamatan hilal tersebut Pemkab melakukan sidang isbat menentukan awal Ramadhan. Namun tidak melahirkan sebuah kesepakatan final yakni sebagian memilih puasa mulai Sabtu (27/5) mengikuti penetapan nasional oleh Menteri Agama. Sehingga mulai Jumat malam di Aceh Barat sebagian sudah mulai shalat tarawih termasuk Masjid Agung Baitul Makmur. Sementara sejumlah ulama dayah memilih berpuasa mulai Minggu (28/5) dengan dalih tidak terlihat langsung bulan di pantai Suak Geudebang ketika diamati.

Plt Kakankemenag Aceh Barat, Jakfar mengatakan secara nasional masyarakat mulai berpuasa mulai Sabtu. Namun ada yang memulai Minggu dan ada juga yang lebih awal pada Kamis lalu. “Meski terjadi perbedaan awal Ramadhan, semuanya tetap dalam suasana saling menjaga,” katanya.

Sementara itu umat muslim pengikut Dayah Subulurrahmah, Desa Pulo Kedep, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam melaksanakan puasa pada Minggu (28/5) hari ini. ”Benar, jamaah kami baru puasa Minggu karena 1 Ramadhan jatuh pada hari itu,” kata Ustaz Agustari Husni Pohan, perwakilan Dayah Subulurrahmah yang dikonfirmasi Serambi, Sabtu (27/5) kemarin.

Menurut Agustari, pihaknya bersama sejumlah tengku dayah lainnya telah melakukan rukyatul hilal dan dari pengamatannya tidak ada penampakan hilal. Dikatakan, rukyatul hilal mereka lakukan pada 29 Sya’ban. Sejatinya jika pada 29 Sya’ban itu telah tampak hilal maka esoknya langsung berpuasa. “Tapi kalau belum tampak hilal maka sya’ban disempurnakan menjadi tiga puluh,” ujar Agustari.

Setelah melakukan pengamatan pada Jumat (26/5) lalu, lanjut Ustaz Agustari, hilal belum tampak sehingga pihaknya menyimpulkan hingga Sabtu kemarin masih disebut 30 Sya’ban. Dijelaskan, adapun yang terlihat di Indonesia bagian Timur tidak dapat menjadi dasar bagi Indonesia bagian Barat. Karenanya, atas kajian mereka dengan berdasarkan penafsiran serta pedoman kitab dan hadist maka disepakati 1 Ramadhan 1438 H jatuh pada Minggu (28/5).

Selain Dayah Subulurrahmah, puasa pada hari ini juga diikuti kelompok Jamaaturrahmah, satu lembaga pengajian para tengku alumni Pesantren Aceh. Agustari juga mengakui bahwa sebagian masyarakat di sekitar Dayah Subulurrahmah mengikuti pendapat tersebut. “Banyak juga masyarakat ikut berpuasa besok (hari ini) tapi ini keyakinan pribadi bukan anjuran, lagi pula yang berpuasa lebih cepat dari kami itu juga benar karena ini persoalan keyakinan dan pedoman masing-masing,” terang Agustari.

Agustari menyebutkan beberapa dayah yang juga memulai puasa hari ini antara lain, Dayah Darussalam, Labuhan Haji, Aceh Selatan, Dayah Blang Blahdeh Bireuen, Dayah Darul Mu’arrif Aceh Besar, Darurrahmah Kotafajar Aceh Selatan, Babul Mu’arrif Serambi Mekah Meulaboh. Lalu di Singkil, keluarga besar Dayah Darul Hasanah.(lid) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id