Kinerja Tim Saber Pungli Pidie Disorot | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kinerja Tim Saber Pungli Pidie Disorot

Kinerja Tim Saber Pungli Pidie Disorot
Foto Kinerja Tim Saber Pungli Pidie Disorot

SIGLI – Kinerja tim sapu bersih pemungutan liar (Saber Pungli) Pidie disorot. Pasalnya, dari tiga kasus pungli dalam operasi tangkap tangan (OTT), baru satu ditetapkan tersangka dalam kasus pemerasan Kepala SMK Al Fitri Beureunuen.

Sementaran dua dugaan kasus pungli dana JKN di Puskesmas Trienggadeng Pidie Jaya, dan pembuatan akte jual beli tanah di Padang Tiji belum adanya tersangka. Padahal, saat dilakukan OTT tim saber berhasil menyita barang bukti (BB) dari pelaku. “Dua kasus itu telah adanya BB berupa uang yang disita, tapi orangnya tidak ada. BB itu kan disita dari tangan terduga pelaku yang melakukan pungli. Saya menilai adanya keanehan yang dilakukan tim saber dalam membongkar praktik pungli di Pidie,” kata Muharramsyah, praktisi hukum Pidie kepada Serambi, Sabtu (27/5).

Lanjutnya, pelaku dan BB merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Artinya saat barang bukti ditemukan melalui OTT harus adanya tersangka. “Heran saya jika barang bukti telah berhasil diamankan polisi, tapi justru tersangka tidak ada. Kecuali tersangka hilang dan kabur,” ujarnya.

Menurutnya, tim Saber Pungli Pidie dalam melakukan OTT terhadap target jangan menyalahgunakan wewenangnya selaku aparat penegak hukum. Aparat penegak hukum harusnya mengerti hukum. Jangan menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi. Sebelum melakukan OTT seharusnya penyidik telah memiliki dasar hukum. Sehingga tidak meraba raba karena OTT tersebuy adalah operasi tangkap tangan.

“Secara terminologi harus saya luruskan, bahwa yang benar operasi penangkapan dalam istilah OTT tidak ada dalam KUHAP. Penegasan dalam KUHAP tertangkap tangan atau penangkapan. Hal itu diatur dalam Pasal 1 poin 19 dan poin 20 KUHAP,” terangnya.

Untuk itu, sambungnya, yang tepat dilakukan operasi penangkapan karena sebelumnya sudah didahului dan ditemukan bukti dasar yang cukup. Dalam ilmu kriminalistik, tindakan tersebut merupakan bagian dari taktik pengungkapan kejahatan dilakukan penyidik. “Meski saat ditangkap pelaku tidak sedang melakukan peristiwa hukum. Hal itu masih disebut sebagai satu rangkaian. Saat ditangkap bisa saja tidak ada peristiwa hukum, namun apa yang terjadi sebelumnya penyidik yang mengetahui. “Saya menyarankan ada baiknya polisi melakukan OTT itu, supaya adanya rasa takut bagi kalangan birokrasi untuk tidak melakukan hal hal yang justru merugikan negara. Tapi, jangan pula kewenangan itu dijadikan sebagai ajang kepentingan tertentu,” pungkas Muharamsyah.

Seperti diketahui, Ketua Tim Saber Pungli Pidie, Kompol Tirta Nur Alam mengatakan, tim Saber Pungli telah menangani tiga kasus pungutan liar. Masing masing kasus tersebut, antara lain kasus jaksa gadungan yang ditangkap dalam OTT, karena memeras Kepala SMK Al Fitri Beureunuen. Kemudian Keuchik Adang Beurabo, Kecamatan Padang Tiji, Zakaria, tertangkap dalam OTT saat mengambil uang dari biaya pembuatan akte jual beli tanah. Tim Saber juga telah menangkap Nur, Bendahara JKN, Hus KTU Puskesmas Trienggadeng, dan Sor, Bendaharan Puskesmas Trienggadeng.

Dalam aksinya, ketiga mereka mengambil sepuluh persen dana jasa medis dari 128 penerima JKN. Biaya sepuluh persen itu diambil dengan alasan membayar honor tenaga bakti sebesar Rp 500 ribu. “Dari tiga kasus penangkapan yang dilakukan Tim Saber, hanya pelaku pemerasan Kepala SMK yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sisanya atau dua kasus lagi belum ada tersangkanya,” kata Tirta Nur Alam dalam jumpa pers dengan wartawan, di Media Center Polres Pidie, Senin (10/5).(naz) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id