Jaksa Bidik Kasus Utang RSU Meuraxa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jaksa Bidik Kasus Utang RSU Meuraxa

Jaksa Bidik Kasus Utang RSU Meuraxa
Foto Jaksa Bidik Kasus Utang RSU Meuraxa

BANDA ACEH – Utang RSU Meuraxa, Banda Aceh yang mencapai Rp 49 miliar akan diusut oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh. Jaksa akan melihat penyebab dari membengkaknya utang rumah sakit milik Pemko Banda Aceh tersebut.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Aceh, Teuku Rahmatsyah SH MH kepada Serambi, Jumat (26/5) mengatakan, kasus utang RSU Meuraxa harus disikapi agar pelayanan rumah sakit tidak terganggu.

Seperti diberitakan, RSU Meuraxa dikabarkan terlilit utang pada pihak ketiga sebesar Rp 49 miliar, termasuk tunggakan pembelian obat sekitar Rp 8 miliar. Angka itu muncul dari total utang RSU Meuraxa kepada pihak ketiga per 31 Desember 2016 sekitar Rp 29 miliar, ditambah utang biaya operasional rumah sakit rata-rata di atas Rp 5 miliar/bulan, sekarang sudah berjalan empat bulan menjadi Rp 20 miliar. Sehingga total utang RSU Meuraxa naik menjadi Rp 49 miliar.

Manajemen RSU Meuraxa mengungkapkan, mereka belum bisa membayar utang pada pihak ketiga karena Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan belum membayar klaim berobat tiga bulan (Februari, Maret, dan April 2017) senilai Rp 30 miliar. Akibatnya, sejumlah distributor obat menyetop penyaluran obat ke rumah sakit.

Rahmatsyah menyatakan pihaknya dalam waktu dekat akan turun untuk menyelidiki apakah kerugian tersebut disebabkan oleh risiko bisnis atau karena kebijakan yang diambil sehingga terjadinya tindak pidana korupsi. Karena itu, mantan Kejari Aceh Utara ini menyatakan akan mengusut persoalan tersebut bersama tim ahli.

“Kalau kerugian ini bukan karena risiko bisnis tetapi karena kebijakan, bisa korupsi itu. Karenanya, kita akan turun dan teliti bersama tim ahli, apakah ini murni risiko bisnis atau memang disebabkan karena kebijakan sehingga menyebabkan adanya kerugian. Seharusnya dibayar tetapi tidak dibayar,” kata Rahmatsyah.

Koordinator Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani mengungkapkan, pihaknya juga sedang mengumpulkan bukti terhadap persoalan yang terjadi di RSU Meuraxa sehingga terlilit utang Rp 49 miliar.

“Kalau jaksa tidak serius menangani perkara ini, dalam waktu dekat kita akan surati KPK dan juga Komisi Kejaksaan. Kasus ini jangan menjadi lahan untuk kepentingan tertentu. Kita apresiasi jaksa cepat tanggap, tapi kita juga akan kawal,” kata Askhalani.(mas)

tujuan pengusutan

* Jaksa akan melihat penyebab membengkaknya utang RSU Meuraxa
* Utang RSU Meuraxa harus disikapi agar pelayanan rumah sakit tidak terganggu
* Penyidik akan memastikan apakah murni risiko bisnis atau disebabkan kebijakan yang berdampak pada kerugian. (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id