Muslim Dunia Sambu Ramadhan di Tanah Suci | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Muslim Dunia Sambu Ramadhan di Tanah Suci

Muslim Dunia Sambu Ramadhan di Tanah Suci
Foto Muslim Dunia Sambu Ramadhan di Tanah Suci

TEUKU ZULKHAIRI, Staf Humas UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, melaporkan dari Saudi Arabia

BUKAN hanya warga Arab Saudi, tempat turunnya agama Islam, yang warganya antusias menyambut datangnya Ramadhan, tapi juga muslim di seluruh dunia. Umat Islam dari berbagai negara kini berbondong-bondong menuju Tanah Suci untuk melakukan ibadah umrah dan sekaligus menyambut bulan magfirah ini.

Sebuah hadis Rasulullah saw tentang keutamaan umrah di bulan suci Ramadhan telah menjadi salah satu faktor pendorong utama muslim sedunia melakukan ibadah umrah di Tanah Suci dan di bulan yang suci ini.

“Umrah di bulan Ramadhan adalah seperti haji bersamaku,” kata Rasulullah saw dalam hadisnya yang diriwayatkan Imam Bukhari.

Jamaah umrah yang sekaligus datang untuk menyambut Ramadhan di Tanah suci berasal dari Pakistan, Malaysia, Mesir, India, Turki, Maroko, dan sebagainya. Tapi jamaah terbanyak sepertinya berasal dari Indonesia.

Banyaknya jamaah umrah asal Indonesia tentu tidak mengherankan mengingat muslim Indonesia yang melebihi angka 200 juta, di mana pada saat yang bersamaan Arab Saudi sendiri hanya memiliki penduduk yang tidak sampai 30 juta jiwa.

Tampaknya, atas alasan ini sehingga para pedagang di Madinah cukup banyak yang bisa menyapa jamaah umrah asal Indonesia dengan bahasa Indonesia yang meskipun dengan gaya tutur yang asing atau rada aneh.

Namun, mereka tampaknya cukup mengenal jamaah umrah asal Indonesia, sehingga setiap kali di depan toko mereka dilewati jamaah asal Indonesia, mereka sering menyapa dengan sapaan khas Indonesia. Bahkan, di Masjid Nabawi sendiri juga terdapat papan pengumuman dalam bahasa Indonesia, selain beberapa bahasa yang lain.

Dari Aceh sendiri juga sangat banyak yang lakukan ibadah umrah di bulan Ramadhan ini. Travel Istiqlal pimpinan Tgk H Khairul Ambia di Banda Aceh saja membawa 332 jamaah yang sebagian di antaranya adalah para ulama pimpinan dayah seperti Waled Nu Samalanga, Abi Daud Hasbi Dayah Jeumala Amal, Tgk H Sirajuddin pimpinan Dayah Babussalam Aceh Utara, Tgk Baihaqi Yahya pimpinan Dayah Malikussaleh Aceh Utara, dan sebagainya. Juga terdapat para dosen UIN Ar-Raniry seperti Dr Lukmanul Hakim dan rombongan dari Fakultas Ushuluddin, serta masyarakat lainnya. Begitu juga dari travel-travel lain yang terus berdatangan membawa jamaah asal Indonesia.

Di Madinah, hingga satu hari menjelang Ramadhan, hotel-hotel sudah full dengan jamaah umrah dari berbagai negara.

Menurut keterangan mahasiswa asal Indonesia di sini, umat Islam dari Indonesia memang cukup banyak yang lakukan ibadah umrah di bulan Ramadhan.

Tentu sangat beralasan, mengingat umrah di bulan Ramadhan memiliki banyak kelebihan. Di samping berbagai keutamaan bulan suci Ramadhan seperti adanya janji pengampunan, rahmat dan magfirah (pengampunan), pahala yang dilipatgandakan dan sebagainya.

Kelebihan itu semakin lengkap karena Tanah Suci itu sendiri juga memiliki keutamaan yang hanya bisa diperoleh di situ saja, seperti pahala shalat di Masjid Nabawi yang dilipatgandakan sampai 1.000 sebagaimana Rasulullah saw menjelaskan dalam hadisnya, pahala shalat di Masjidil Haram yang dilipatgandakan sampai 10.000 kali lipat. Begitu juga pahala ibadah umrah yang jika umrahnya makbul, maka seluruh dosa seorang muslim akan diampuni oleh Allah Swt, sehingga muslim tersebut akan seperti bayi yang baru lahir.

Di Masjid Nabawi sendiri juga terdapat tempat yang sangat sakral yang mendorong muslim sedunia berdesak-desakan mendatanginya. Tempat tersebut adalah Raudhah yang posisinya di pojok depan Masjid Nabawi.

Rasulullah saw mengatakan, “Antara mimbarku dan rumahku adalah taman (Raudhah), di antara taman surga.” Bahkan, disebutkan bahwa tempat ini kelak akan diangkat ke surga.

Atas alasan ini, petugas Masjid Nabawi tampak sangat teratur dan sigap mengatur Raudhah supaya tertib. Tidak semua orang bisa sampai ke Raudhah ini untuk berdoa dan shalat karena memang tempatnya yang kecil. Tapi saya menjumpai beberapa jamaah asal Aceh di Raudhah.

Tempat ini dipercaya memiliki keistimewaan karena telah disebutkan Rasulullah saw sebagai salah satu taman di antara taman saurga.

Jadi, dengan sejumlah keutamaan di berbagai tempat di tanah suci ini, tampaknya sudah ideallah muslim sedunia berbondong-bondong menuju Tanah Suci untuk melakukan ibadah umrah di bulan Ramadhan.

Saya berdoa kiranya Allah Swt memudahkan niat Anda semua yang ingin menyambut bulan suci Ramadhan di Tanah Suci. Insya Allah pasti Allah memudahkan jika sudah ada niat. Wallahu a’lam bishshawab.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: [email protected] (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id