Aceh Masih Rawan Pemadaman Bergilir | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aceh Masih Rawan Pemadaman Bergilir

Aceh Masih Rawan Pemadaman Bergilir
Foto Aceh Masih Rawan Pemadaman Bergilir

BANDA ACEH – Kondisi arus listrik di Aceh pada bulan puasa tahun ini belum memberikan kenyamanan bagi masyarakat Aceh. Soalnya, mesin Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun di Lhokseumawe dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Nagan Raya yang menjadi andalan sumber listrik di Aceh belum beroperasi normal.

“Untuk mengatasi beban puncak setiap malam butuh daya listrik 340- 350 MW. Sekitar 180 MW di antaranya masih dibantu pembangkit listrik di Sumatera Utara,” kata General Manager PT PLN Persero Wilayah I Aceh, Jefri Rosiadi kepada Wakil Ketua I DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi di Banda Aceh, Jumat (26/5).

Untuk mengurangi wilayah pemadaman listrik, menurut Jefri, pihaknya terus berupaya mendorong pembangkit-pembangkit listrik di Aceh agar pada minggu kedua bulan puasa bisa beroperasi normal. Misalnya, PLTMG Arun. Kapasitas mesinnya 180 Megawatt (MW), tapi kini hanya bisa menghasilkan 80 MW, karena beberapa unit mesinnya rusak dan sedang diperbaiki. Mesinnya diimpor dari Finlandia. Jadi, ketika ada onderdil yang rusak, maka harus didatangkan dari negara yang memproduksinya. Menurut informasi dari distributor, onderdil mesin sogat yang rusak baru akan tiba di Lhokseumawe beberapa hari ke depan.

Dari PLTMG Arun itu, jika nanti mesin yang rusak itu bisa beroperasi kembali, maka bisa mendapat tambahan daya listrik sekitar 40 MW. Kondisi listrik di Aceh baru aman dari ancaman pemadaman bergilir, setelah ada tambahan pasokan dari PLTMG Arun dan PLTU Nagan Raya sebesar 90-100 MW. Alasannya, karena pasokan daya listrik yang ada sekarang ini, 330-350 MW, hanya cukup untuk menangani kebutuhan beban puncak antara 330-350 MW. Jika satu unit mesin pembangkit terganggu dan terhenti beroperasi, maka akan ada daerah yang harus mengalami pemadaman bergilir.

Program untuk menambah daya listrik di Aceh, kata Jufri, terus dilakukan PT PLN di Aceh. Antara lain, membangun PLTMG tahap II di lokasi Arun berkapasitas 250 MW. Pembangunan fisiknya baru akan dilakukan bulan depan dan beroperasi diperkirakan tahun depan. Kemudian, lanjutan pembangunan PLTU Nagan Raya, 3 dan 4, dengan kapasitas 2 x 200 MW. Tapi, lokasi pembangunan pembangkitnya di Meulaboh, Aceh Barat. Program pembangunannya juga akan dilakukan tahun ini.

Selain itu, lanjut Jefri, ada satu paket proyek listrik PLTMG berkapasitas 50 MW, akan dibangun pada medio tahun ini di Krueng Raya, Aceh Besar.

Menanggapi hal itu, Sulaiman Abda mengatakan, pihaknya siap membantu memperlancar pelaksanaan pembangunan tiga proyek listrik yang telah diprogramkan PLN di Aceh.

Tambahan daya listrik itu sangat penting bagi Aceh, tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan daya listrik masyarakat, tapi juga untuk pemenuhan kebutuhan listrik bagi pabrik-pabrik industri yang akan dibangun di Aceh. Antara lain, pabrik semen dan berbagai pabrik lainnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe dan di wilayah pantai barat selatan Aceh.

Kembali terganggu
Amatan Serambi, Jumat (26/5) sekitar pukul 14.30 WIB, PLTU Nagan Raya II kembali terganggu. Belum diketahui penyebab turunnya produksi pembangkit utama itu, setelah beberapa waktu lalu PLTU Nagan I mengalami nasib serupa. Akibat kondisi itu, pemadaman bergilir terpaksa dilakukan dari Banda Aceh hingga Kuala Simpang.

Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Aceh, T Bahrul Halid yang dikonfirmasi Serambi kemarin mengatakan, turunnya produksi listrik hingga 74 MW menyebabkan listrik di sebagian wilayah Aceh padam. Berdasarkan laporan petugas di lokasi lanjutnya, hal itu diduga karena masalah pada pendingin pembangkit tersebut.

“Tapi, kipas itu sudah diperbaiki. Saat ini pembangkit sudah di-start rolling dan butuh waktu delapan jam untuk memulihkan kondisinya,” ujar Bahrul. Jika kondisi semakin baik, beban di PLTU Nagan II bisa ditambah 5 MW setiap dua jam, hingga kembali mampu memproduksi 60 MW. Sementara itu, PLTU Nagan I saat ini masih dalam perbaikan dan diperkirakan bisa kembali operasi mulai tiga hari mendatang.

Pada pukul 15.00-18.00 WIB, penyulang yang padam di antaranya di kawasan Lambhuk, Pagar Air, Lampriek, Tungkop, hingga Neuhen. Pada pukul 18.00-21.00 WIB, kawasan yang padam di antaranya Prada, Blang Bintang, dan Kota Jantho. Sementara pada pukul 21.00 sampai 24.00 WIB, kawasan yang padam meliputi Darussalam, Kuta Alam, Prada, Seutui, Lamjame, Jeulingke, Peukan Bada, Bayu, hingga Ulee Lheue.(her/fit) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id