Aparat Buru Penyetrum Ikan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aparat Buru Penyetrum Ikan

Aparat Buru Penyetrum Ikan
Foto Aparat Buru Penyetrum Ikan

SINGKIL – Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Singkil menggencarkan operasi menangkap pelaku penyetrum ikan di sungai. Selain melanggar aturan tindakan menyetrum ikan juga dinilai sudah sangat meresahkan nelayan sungai. Kepala Dinas Perikanan Aceh Singkil Ir H Ismed Taufiq melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Perikanan SDP) Chazali ST, Jumat (26/5) mengatakan perburuan terhadap penyetrum ikan dilakukan tim gabungan dari Polsus Perikanan, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan personel Polres Aceh Singkil.

Menurut Chazali, tindakan tegas dilakukan setelah pihaknya melakukan langkah persuasif melalui peringatan dan sosialisasi bahwa menyetrum ikan di sungai perbuatan melawan hukum. Namun ternyata masih ada pelaku yang nekat melakukan perbuatan ilegal tersebut. “Kami mendapat informasi penyetrum ikan masih terjadi, makanya langsung membentuk tim untuk melakukan pengejaran,” kata Chazali.

Pengejaran dilakukan dengan menggelar patroli rutin di sungai yang disinyalir sebagai lokasi pelaku menjalankan aktivitasnya. Sejauh ini aparat belum berhasil menangkap pelaku, yang sepertinya sudah mengetahui jika petugas sedang memburunya. “Patroli dilakukan di perairan umum daerah, tepatnya mulai sungai Pea Bumbung, Kecamatan Singkil sampai Handel, Gunung Meriah. Tapi belum berhasil menemukan pelaku,” jelas Chazali.

Chazali menambahkan patroli akan dilakukan terus di seluruh wilayah perairan umum daerah sampai aman dari aktivitas penyetrum ikan. “Patroli akan rutin dilakukan, sampai benar-benar tidak ada lagi penyetrum ikan,” tegas Chazali.(de)

dampak penyetruman ikan

* Punahnya ekosistem ikan sungai
*Jumlah ikan sungai semakin menurun
* Matinya ikan hingga sampai ke benih-benihnya
* Membahayakan bagi manusia karena bisa tersetrum dengan arus listrik
* Pelaku dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 bahwa setiap pelaku penangkapan dengan cara yang dilarang dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 2 miliar (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id