Pangan Kedaluwarsa Capai 1.135 Pics | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pangan Kedaluwarsa Capai 1.135 Pics

Pangan Kedaluwarsa Capai 1.135 Pics
Foto Pangan Kedaluwarsa Capai 1.135 Pics

* Temuan BBPOM Banda Aceh di 6 Kabupaten/Kota

BANDA ACEH – Pihak Balai Besar Pengawasan Obat Makanan (BBPOM) Banda Aceh melakukan intensifikasi pangan di enam kabupaten/kota di Aceh, yaitu Banda Aceh, Aceh Besar, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Bireuen, dan Aceh Barat, 15-24 Mei.

Dalam intensifikasi menjelang Ramadhan 1438 Hijriah itu, masih banyak ditemukan pangan kedaluwarsa, yakni mencapai mencapai 1.135 pics, pangan rusak 352 pics, dan tanpa izin edar 315 pics.

Kepala BBPOM Banda Aceh, Dra Sjamsuliani Apt MM menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Kantor BBPOM setempat, Jumat (26/5). Ia menyebutkan temuan pangan rusak di enam kabupaten/kota, yaitu Banda Aceh 59 pcs, Aceh Besar 83 pcs, Gayo Lues 12 pcs, Aceh Tenggara 36 pcs, Bireuen 80 pcs, dan Aceh Barat 82 pcs.

Sedangkan temuan pangan kedaluwarsa di Banda Aceh 112 pcs, Aceh Besar 305 pcs, Gayo Lues 78 pcs, Aceh Tenggara 327 pcs, Bireuen 2 pcs, dan Aceh Barat 311 pcs. Adapun temuan pangan tanpa izin edar di Banda Aceh 121 pcs, Aceh Besar 49 pcs, Gayo Lues 24 pcs, Aceh Tenggara 49 pcs, Bireuen 47 pcs, dan Aceh Barat 25 pcs.

“Jika dijumlahkan dalam rupiah, produk yang kita sita dari enam kabupaten/kota itu mencapai Rp 15.280.700,” sebutnya.

Ia menambahkan sejumlah pangan tanpa izin edar yang ditemukan antaranya permen hack malaysia, kangen water, green tea thailand, kopi 39, collagen, temulawak cream, dan beberapa produk kosmetik lainnya. Sementara pangan rusak yaitu susu kental manis, ikan kaleng, buah dalam kaleng, susu steril, sari buah, dan lainnya. Pangan kedaluwarsa antaranya mi instan, makanan ringan, minuman teh dalam kemasan, bumbu instan, keju oles, produk olahan kacang, bubur bayi, tepung kue, serta biskuit.

“Pangan kedaluwarsa ini masa berlakunya sudah habis tiga sampai lima bulan. Maka kepada konsumen diminta untuk memperhatikan tanggal kedaluwarsa saat membeli suatu produk. Kemudian juga dilihat kemasannya rusak atau tidak, serta izin edarnya,” imbaunya.

Turut hadir saat konferensi pers kemarin, Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Banda Aceh, Drs Hasbi Apt MM, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Banda Aceh, Rizal Junaedi SE, serta Kabid Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Aceh, Yusriati SE MSi AK CA. (una) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id