Orang Tua Santri Yapenda  Masih Tolak Opsi Damai   | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Orang Tua Santri Yapenda  Masih Tolak Opsi Damai  

Orang Tua Santri Yapenda  Masih Tolak Opsi Damai   
Foto Orang Tua Santri Yapenda  Masih Tolak Opsi Damai  

* Anaknya Trauma Kembali ke Dayah

LHOKSEUMAWE – Para orang tua dari delapan santri Dayah Modern Pendidikan Arun (Yapenda) yang diduga menjadi korban penganiayaan seniornya, telah melakukan pertemuan dengan pengurus dayah tersebut, Rabu (24/5). Pihak orang tua santri mengaku belum sepakat kalau persoalan ini diselesaikan secara damai.

Sukartono Kardi yang mengaku sebagai perwakilan para orang tua santri junior yang dianiaya itu, kepada Serambi menjelaskan, sebagai umat Islam sudah menjadi kewajiban untuk saling memaafkan. Tapi sejauh ini pihaknya belum bisa menerima kalau kasus ini diselesaikan secara damai.

“Hal ini tidak lepas dari kondisi anak-anak kami yang masih trauma terhadap kekerasan yang dialaminya. Bahkan hingga kini mereka menyatakan masih takut kembali ke dayah untuk melanjutkan pendidikan,” kata Sukartono.

Apalagi dengan adanya pernyataan dari pihak dayah dua hari lalu bahwa kalau ada upaya damai, maka tidak tertutup kemungkinan santri yang diduga melakukan penganiayaan itu dan sudah dikeluarkan dari dayah, masih bisa melanjutkan kembali pendidikan di dayah tersebut, dengan syarat tidak mengulangi lagi perbuatan yang sama.

“Bila para santri itu kembali ke dayah, sudah pasti anak-anak kami tak berani lagi kembali ke dayah karena sangat trauma. Jadi, bila ingin dicapai kata damai, harus ada sebuah kepastian dulu,” kata Sukartono.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sekitar delapan santri Dayah Modern Yapena Lhokseumawe yang baru duduk di kelas 1 Madrasah Tsanawiyah diduga dianiaya sejumlah senior mereka pada Rabu (17/5) malam. Para senior itu merupakan santri kelas 2 Madrasah Aliyah.

Sementara itu, Pimpinan Dayah Modern Yapena, H Zainal Yacob, dua hari lalu menyebutkan, untuk menindaklanjuti kejadian ini, pihaknya telah mengeluarkan delapan santri yang diduga melakukan kesalahan berat. Di samping itu, sedang diupayakan agar kasus ini diselesaikan secara damai. Bila memang bisa diselesaikan secara damai, tidak tertutup kemungkinan delapan santri yang telah dikeluarkan bisa melanjutkan pendidikan di dayah tersebut asalkan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. (bah) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id