PSSI Aceh Kecam Kompetisi Tim Transisi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PSSI Aceh Kecam Kompetisi Tim Transisi

  • Reporter:
  • Minggu, Maret 13, 2016
Foto PSSI Aceh Kecam Kompetisi Tim Transisi

BANDA ACEH – Asprov PSSI Aceh bereaksi keras atas rencana Tim Transisi bentukan Kemenpora untuk menggulirkan kompetisi tandingan. PSSI Aceh mengecam keras rencana tersebut karena dianggap dapat memicu perpecahan klub.

Ketua Asprov PSSI Aceh, Adly Tjalok menegaskan, gagasan Tim Transisi menggulirkan kompetisi tandingan dapat dianggap sebagai perbuatan tercela dan melawan hukum. “Sebab, rencana Tim Transisi ini secara langsung akan mengakibatkan klub di Indonesia terbelah. Ini sekaligus mengulangi kembali dualisme kompetisi seperti tahun 2012 lalu,” ungkapnya.

“Belum lagi sikap Tim Transisi ini merupakan bentuk nyata pembangkangan terhadap hukum karena setelah putusan MA turun. Secara otomatis Tim Transisi menjadi ilegal, sehingga semua program mereka juga ilegal,” paparnya kepada Serambi, kemarin.

Berpijak dari hal tersebut, Adly Tjalok menekankan, agar klub-klub Aceh tetap loyal dan tunduk di bawah PSSI. “Saya minta klub-klub yang ada di Aceh agar tak terpengaruh dengan bujukan atau iming-iming Tim Transisi untuk ikut kompetisi bikinan mereka. Sebagai anggota PSSI, sudah sepatutnya semua klub tunduk dan loyal kepada PSSI,” imbaunya.

“Jika nanti ketahuan ada klub Aceh yang ikut kompetisi Tim Transisi, maka secara organisasi Asprov PSSI Aceh akan melaporkan klub tersebut ke PSSI pusat. Mengenai sanksi apa yang dijatuhkan kepada klub itu, sepenuhnya wewenang PSSI pusat,” pungkasnya.

Seperti diberitakan Serambi edisi Sabtu (12/3), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Tim Transisi menandingi kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) bentukan PT Gelora Trisula Semesta dengan menggelar kompetisi tersendiri. Rencananya, kompetisi tandingan itu digulirkan pada Agustus mendatang.

“Untuk pesertanya klub semua divisi. Nantinya akan dibagi dua grup. Jadi, belum ada kasta-kasta pada kompetisi pertama ini. Namun, peserta harus lolos verifikasi,” kata anggota Tim Transisi, Cheppy T Wartono di sela pertemuan klub di Wisma Kemenpora, Jakarta, Jumat (11/3) siang.

Cheppy menegaskan, pihaknya akan memberlakukan aturan yang ketat bagi peserta kompetisi yang hingga saat ini belum ditetapkan namanya tersebut. Selain harus memenuhi lima aspek aturan dari AFC/FIFA, juga harus memenuhi lima persyaratan yang ditetapkan oleh Tim Transisi.

Aspek persyaratan Tim Transisi yang harus dipenuhi, diantaranya adalah semua klub yang mengasuransikan semua pemainnya, harus membayar pajak, serta setiap klub tidak boleh berpindah markas. Selain itu, setiap klub harus mengontrak stadion minimal tiga tahun.(pon) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id