Santri Yapena Aniaya Junior Dikeluarkan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Santri Yapena Aniaya Junior Dikeluarkan

Santri Yapena Aniaya Junior Dikeluarkan
Foto Santri Yapena Aniaya Junior Dikeluarkan

LHOKSEUMAWE – Pihak Dayah Modern Pendidikan Arun (Yapenda), dilaporkan sedang melakukan upaya damai untuk menyelesaikan kasus dugaan penganiayaan yang terjadi antarsantri di lembaga pendidikan tersebut.

Informasi dari pihak dayah, sebanyak delapan santri telah dikeluarkan karena dugaan melakukan penganiayaan terhadap junior mereka. “Kita sudah memberikan surat yang intinya kalau ke depan santri dikeluarkan dari dayah karena melakukan kesalahan berat. Ini merupakan bentuk sanksi dari kami pihak dayah,” kata Pimpinan Dayah Modern Yapena, H Zainal Yacob, Selasa (23/5).

Namun begitu pihaknya mengaku sedang berupaya agar persoalan ini tetap bisa diselesaikan secara damai. Bahkan untuk menindaklanjuti hal tersebut, tahap awal telah dipanggil orang tua santri senior. “Dalam dua hari ini kita juga akan panggil orang tua santri junior. Sehingga nantinya bila ada kesepakatan antara dua pihak, maka persoalan ini akan diselesaikan secara damai saja,” ujarnya.

Bila memang bisa diselesaikan secara damai, tidak tertutup kemungkinan, delapan santri yang telah dikeluarkan bisa melanjutkan pendidikan di dayah, tapi pastinya tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi. “Kita lihat saja nantinya bagaimana hasil upaya damai yang sedang kita upayakan ini,” pungkasnya.

Anggota DPRK Lhokseumawe, M Hasbi SSos MSM sangat menyayangkan adanya kekerasan di lingkungna dayah tersebut. Namun begitu dia tetap sepakat kalau perkara ini bisa diselesaikan secara damai saja. Dia menilai kasus ini terjadi akibat lemahnya pengawasan pihak dayah. “Jadi supaya hal serupa tidak terjadi lagi, sudah seharusnya pihak dayah memperketat pengawasan, seperti adanya CCTV sehingga bisa memonitor seluruh kegiatan di lingkungan dayah,” ujar Hasbi.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu menyebutkan, kasus ini masih dalam tahap pemeriksan saksi dari kalangan santri. “Karena adanya laporan, maka masih terus kita proses secara hukum. Meskipun bila dilihat dari pokok persoalan, prinsipnya kita tetap mendukung bila mana hal ini bisa diselesaikan secara damai di tingkat dayah demi kebaikan bersama,” demikian AKP Budi.

Seperti diberitakan, sekitar delapan santri Dayah Modern Yapena Lhokseumawe yang baru duduk di kelas 1 Madrasah Tsanawiyah diduga dianiaya sejumlah senior mereka, Rabu malam 17 Mei 2017. Para senior itu merupakan santri kelas 2 Madrasah Aliyah. Orang tua korban yang tak terima anaknya dikasari senior membuat pengaduan resmi ke Polres Lhokseumawe, Jumat (19/5).(bah) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id