Tiga Mantan Kombatan Ditangkap Polisi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tiga Mantan Kombatan Ditangkap Polisi

Tiga Mantan Kombatan Ditangkap Polisi
Foto Tiga Mantan Kombatan Ditangkap Polisi

* Diduga Memeras dan Mengancam

BANDA ACEH – Tiga pria mantan kombatan GAM ditangkap personel gabungan Resmob Jatanras Ditreskrimmum dibantu personel Brimob Polda Aceh di halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (23/5) sore. Ketiga pelaku tersebut adalah, Mahmud Abubakar (43), warga Geulanggang Meurak Keude Alue Nireh, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur. Lalu Madarwan Zikri (39), warga Gampong Peulawi, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur dan Khairul Azmi (30), warga Peukan Bada, Aceh Besar.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan SH MH, kepada Serambi mengatakan, penangkapan ketiga pelaku itu berawal dari pemerasan dan pengancaman tembak terhadap Akmal, Ajudan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Akmal dicegat oleh ketiga mantan kombatan itu saat sedang berada di Gampong Lampineung dan hendak kembali ke Kantor Gubernur Aceh.

Kombes Goenawan mengatakan, ketika ketiga pelaku tersebut mencegat Akmal, mereka meminta Akmal segera menyediakan uang megang Rp 200 juta. Jika tidak dipenuhi, maka ketiga mantan kombatan GAM itu mengancam akan menembak Akmal.

“Setelah dicegat, dua pelaku naik ke mobil Akmal. Sedang seorang pelaku lainnya mengikuti dengan mobil Escudo,”ungkap Kombes Goenawan. Pada saat memasuki parkiran halaman depan Kantor Gubernur Aceh, kata Goenawan, Akmal langsung keluar dari mobil dan lari ke lobi kantor dan melaporkan hal tersebut ke Amri Ajudan Sekda Aceh. Selanjutnya Amri menelpon Ipda M Rizal, Panit Jatanras.

Mengetahu kedatangan anggota polisi, ketiga pelaku berupaya kabur. Tapi anggota polisi yang juga dibantu personel Brimbob berhasil menangkap ketiga pria yang diduga melakukan pemerasan tersebut dan segera dilarikan ke Polda Aceh.

Satu dari tiga mantan kombatan GAM yang ditangkap itu yakni Mahmud Abubakar alias Ayah Rayeuk, pernah meninju eks GAM Libya, Faudhi bin Jamil di lantai dua Dhapu Kupi, Simpang Surabaya, Banda Aceh, pada 26 Januari 2016 lalu. Kejadian itu cukup mengejutkan pelanggan di warung itu yang sedang menikmati kopi dan aneka minuman lainnya. Faudhi juga dipukul lagi sesampai di Mes Wali Nanggroe di Jalan Pemancar Nomor 20, Gampong Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

Faudhi saat itu bekerja di Badan Penguatan Perdamaian Aceh (BP2A). Lembaga ini pengganti Badan Reintegrasi Aceh (BRA) yang dibentuk setelah MoU Damai diteken pihak RI dan GAM di Helsinki, Finlandia tahun 2005. Badan ini mengurus korban konflik Aceh, termasuk eks kombatan GAM yang sudah berbaur dengan masyarakat.(mir) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id