Sopir Angkot Protes ‘Dipaksa’ Isi Pertalite | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sopir Angkot Protes ‘Dipaksa’ Isi Pertalite

Sopir Angkot Protes ‘Dipaksa’ Isi Pertalite
Foto Sopir Angkot Protes ‘Dipaksa’ Isi Pertalite

* Pertamina Bantah Ada Pengurangan Premium

BANDA ACEH – Para sopir angkot di Banda Aceh protes perpindahan penggunaan BBM jenis premium ke pertalite. Mereka menilai kebijakan ini terkesan dipaksakan, sehingga memberatkan, para sopir antar kecamatan itu dan masyarakat Aceh berpenghasilan rendah lainnya.

Madi, sopir labi-labi antar kecamatan bersama sejumlah rekannya menyampaikan protes itu melalui Serambi, Selasa (23/5). Menurut mereka, kondisi ini sudah berlangsung sekitar sebulan di seluruh SPBU di Aceh.

Madi menyebutkan harga premium di SPBU selama ini Rp 6.450/liter saja sudah cukup memberatkan, apalagi ditambah perpindahan pengguaan ke produk pertalite seharga Rp 7.500/liter yang terkesan ‘dipaksakan’.

Madi mengatakan setiap mereka ingin mengisikan premiun, pihak SPBU di Banda Aceh dan sekitarnya hampir selalu mengatakan bensin habis dan yang ada pertalite. Menurut pihak SPBU, itu terjadi karena ada pengurangan kuota premium dari Pertamina ke SPBU.

“Bagi kami tiap liter selisih harga Rp 1.050 antara premium ke pertalite itu cukup berarti, apalagi kondisi penumpang sering sepi lantaran sekarang umumnya sudah punya motor sendiri,” ungkap Madi.

Mereka pun berharap kebijakan itu betul-betul dikaji kembali dari segala sisi. Lalu para pihak, Gubernur Aceh, DPRA serta instansi berkompeten tidak tinggal diam melihat kondisi masyarakat yang semakin terjepit. “Belum lagi tuntutan setoran yang tinggi ke pemilik mobil,” timpal Ismail, sopir angkot lainnya.

Beberapa pengusaha SPBU yang ditanyai Serambi, mengakui hal itu. Menurut mereka, memang ada pengurangan kuota premium ke SPBU yang mencapai 50 persen, sehingga kelangkaan premium sering terjadi dan masyarakat terkesan harus mengisi pertalite.

Dikonfirmasi terpisah, Marketing Branch Manager Aceh PT Pertamina, Addieb Arselan membantah adanya pengurangan kuota premium untuk SPBU di seluruh Aceh. “Premium tetap tersedia di SPBU,” sebutnya.

Ia menjelaskan perpindahan premium ke pertalite karena permintaan masyarakat yang arahnya lebih menyukai pertalite, sehingga penebusan SPBU juga banyak ke pertalite.

“Kami baca arah kosumsi masyarakat Aceh sudah berkembang. Masyarakat sudah sadar kualitas bahan bakar pertalite itu sudah lebih baik dibanding premium, sehingga masyarakat memilih kualitasnya lebih baik.

Menyikapi keluhan para sopir angkot itu, menurut Addieb tidak dapat dianggap mewakili seluruh masyarakat Aceh. “Pertamina melihat arah kemajuan kosumsi masyarakat, sehingga satu dua satu kelompok tidak dapat dianggap mewakili seluruh masyarakat. Kami membacanya global,” sebutnya.

Begitupun, Addieb mengakui untuk pendistribusian pertalite diakui agak terkendala. Hal itu dikarenakan faktor cuaca. “Keterlambatan kapal tanker, disebabkan oleh faktor cuaca. Tapi, itu tidak berlangsung lama,” demikian Addieb. (mir) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id