Guru Kontrak SMA/SMK belum Terima Honor | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Guru Kontrak SMA/SMK belum Terima Honor

Guru Kontrak SMA/SMK belum Terima Honor
Foto Guru Kontrak SMA/SMK belum Terima Honor

* 10.878 Orang dan Sudah 5 Bulan

BANDA ACEH – Sebanyak 10.878 dari 11.448 guru kontrak SMA/SMK dari seluruh kabupaten/kota di Aceh yang sudah dilimpahkan ke Pemerintah Provinsi, honor mereka mengajar sudah lima bulan belum dibayar pihak Dinas Pendidikan (Disdik). Bahkan, kemarin 130 guru kontrak SMA/SMK di Kabupaten Simeulue mengadukan hal ini ke DPRK setempat.

Informasi ini awalnya diperoleh dari sumber-sumber Serambi di Banda Aceh kemarin. Dikonfirmasi terpisah, Kadisdik Aceh, Drs Laisani melalui Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Drs Darmansyah membenarkan informasi itu. Menurutnya, honor Januari-Mei 2017 itu belum bisa dilakukan karena umumnya kepala sekolah tempat mereka mengajar belum mengirim berkas usulan pembayaran ke Disdik Aceh, sehingga hal ini bisa dipertanyakan ke sekolah masing-masing, bukan menyalahkan Disdik.

“Baru sekitar 570 guru kontrak SMA/SMK usulan pencairan honor mereka sedang diproses karena kepala sekolah sudah mengirim berkas usulan ke Disdik Aceh. Salah satu syarat dalam berkas itu adalah adanya surat pernyataan kepala sekolah bermaterai Rp 6.000 yang menyatakan guru kontrak diajukan honor benar ada mengajar di SMA/SMK tersebut,” kata Darmansyah.

Selain itu, dalam berkas tersebut juga ada nomor rekening bank atas nama masing-masing guru kontrak itu agar hinornya bisa ditransfer langsung. Darmansyah menjelaskan honor guru kontrak itu dibayar sesuai jam mengajar, yakni Rp 15.000/jam, sehingga jika dalam seminggu guru tersebut mengajar 24 jam, maka honornya dalam sebulan Rp 1.440.000.

“Jadi pembayaran honor mereka bukan seperti pegawai kontrak sesuai UMR Rp 2,5 juta/bulan. Kalau guru kontrak tidak mengajar, maka honor tidak dibayar. Ini sudah menjadi perjanjian antara guru kontrak dengan pemerintah. Sistem ini berlaku secara nasional, jadi bukan hanya di Aceh,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi mengatakan, DPRA sangat prihatin atas masih banyaknya guru kontrak SMA/SMK itu yang sudah lima belum menerima honor. Karena itu, ia meminta kepala sekolah masing-masing aktif mengurus ini dan pihak Disdik Aceh juga harus proaktif bertanya jika berkas usulan ini belum masuk.

Sulaiman Abda juga menegaskan pihak Disdik Aceh jangan hanya mengurus guru PNS, tetapi juga juga guru kontrak karena jasa mereka sangat besar bagi kemajuan peningkatan mutu pendidikan SMA/SMK se-Aceh. Bahkan di beberapa sekolah, kata Sulaiman, justru banyak guru kontrak lebih produktif, sedangkan sebagian guru PNS malah banyak yang sibuk urusan nonmengajar.

Harapan para guru kontrak itu menjelang puasa ini, kata Sulaiman hanya pada pembayaran honor tersebut. Sedangkan guru PNS sudah dibayar gaji bulanan, sertifikasi sebesar gaji pokok, dan juga mendapat uang meugang menjelang puasa dan Idul Fitri nanti. (her) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id