Panwas Geruduk Kantor Bupati Singkil | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Panwas Geruduk Kantor Bupati Singkil

Panwas Geruduk Kantor Bupati Singkil
Foto Panwas Geruduk Kantor Bupati Singkil

URI.co.id, SINGKIL – Personel Panwaslih Kabupaten Aceh Singkil, Panwascam dan PPL, Geruduk kantor bupati setempat, Selasa (23/5/2017).

Mereka menuntut pembayaran gaji yang tertunda akibat Pemkab setempat belum mencairkan dana hibah.

Ratusan massa datang sambil membawa poster berisi tuntutan dan langsung melakukan orasi secara bergantian.

Sayang Bupati Aceh Singkil, Safriadi tidak ada di tempat. Begitu juga dengan Wakil Bupati dan Sekda, sehingga peserta demo hanya diterima Asisten II Drs Nazri.

“Kami menuntut gaji dan biaya operasional serta ATK yang selama ini belum terbayarkan dikarena Bupati Aceh Singkil, belum menandatangani berkas NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) untuk Panwaslih,” teriak Saragih orator unjuk rasa.

Orator lainnya Ketua Panwaslih Aceh Singkil, Baihaqi Ibr mengatakan, sebelum unjuk rasa pihaknya sudah berusaha menemui bupati.

Namun tidak pernah berhasil bertemu, bahkan SMS pun tidak pernah dibalas.

“Kami sudah sering kali menghadap namun Bapak Bupati tidak mau menemui. Kami SMS tidak dibalas, apa maunya sebenarnya,” ujar Baihaqi.

Usai orasi perwakilan masa melakukan pertemuan dengan Asisten II Nazri, Asisten III Yusfa Hamum, Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian dan pejabat lainnya.

Dalam pertemuan tersebut Nazri mengaku, telah menelpon bupati, menyampaikan tuntutan panwas.

“Penyampaian Pak Bupati, agar berkas NPHD segera diurus ke Banda Aceh,” kata Nazri.

Mendengar penjelasan tersebut Baihaqi, menilai hanya permainan saja.

“Ini pemerintahan bukan perusahaan jangan sesuka hatinya, kami tahu prosedurnya. Menurut saya itu hal yang mustahil jika dana itu berasal dari APBA, kami bukan orang bodoh jangan dibodoh-bodohin,” tandas Baihaqi.

Sementara itu, Ketua KIP Aceh Singkil, Yarwin Adi Darma, yang ikut hadir mengatakan, nasib pihaknya sama dengan Panwaslih.

Dana hibah belum keluar sebab NPHD belum ditanda tangan bupati, padahal sudah diparaf.

“Sekarang Panwaslih yang mengadakan aksi, kita tidak tahu ke depan mungkin KIP akan melaksanakan aksi yang sama,” kata Yarwin.

Lantaran pertemuan tidak membuahkan hasil, pengunjuk rasa membubarkan diri.

Sebelum pulang mereka menegaskan akan menempuh jalur hukum jika dalam tempo 3×24 jam tidak ada solusi. (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id