Polisi Bekuk Dua Tersangka Pembunuh Warga Jangka Buya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Bekuk Dua Tersangka Pembunuh Warga Jangka Buya

Polisi Bekuk Dua Tersangka Pembunuh Warga Jangka Buya
Foto Polisi Bekuk Dua Tersangka Pembunuh Warga Jangka Buya

* Setelah Setahun Diburu

MEUREUDU – Tim Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Reskrim Polres) Pidie pada hari Sabtu (20/5) membekuk dua tersangka pelaku pembunuhan berencana, Mus (32) dan Bus (30), setelah satu tahun diburu.

Mereka diduga terlibat dalam kasus tewasnya Nasruddin bin Ibrahim (50), warga Gampong Meuko Jurong, Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya, pada Rabu, 25 Mei 2016. Saat ditemukan terbujur kaku bersimbah darah, di bagian pinggang korban terdapat luka bacok.

Wakapolres Pidie, Kompol Tirta Nur Alam SH didampingi Kasatreskrim Polres Pidie, AKP Syamsul SH kepada Serambi, Senin (23/5) mengatakan, kedua pelaku dibekuk Sabtu (20/5) di Banda Aceh setelah dicari selama satu tahun. Selama waktu itu, yang bersangkutan ternyata kerap berpindah-pindah tempat.

“Kasus pembunuhan berencana ini dilatarbelakangi oleh motif dendam pada kasus penganiayaan sebelumnya,” ujar Wakapolres Pidie.

Berdasarkan keterangan tersangka Mus, kasus pembunuhan berencana itu diawali oleh korban (Nasruddin bin Rusli) yang menghina tersangka pada 18 Mei 2016, sehingga ia kesal. Lalu berujung pada tindak penganiayaan terhadap korban, sehingga bagian punggung dan jari kelingking korban terluka karena disabet menggunakan parang.

Selanjutnya, parang tersebut ditaruh Mus di warungnya dan ia pun memilih kabur ke Jeunib, Bireuen, selama lima hari.

Persis pada Selasa (23/5), tersangka kembali ke Gampong Meuko Jurong untuk merintis upaya perdamaian. Namun, korban meminta uang perdamaian dengan tarif terlalu mahal, yaitu Rp 30 juta.

Selain itu, Mus juga diancam bunuh. Tak tahan dengan intimidasi korban, Mus meminta bantuan Bus dan Bak (40), warga Gampong Paya Baroh, Bandar Dua, Pijay, untuk melumpuhkan korban. Kesepakatan itu dicapai pada Selasa (23/5/2016) sekira pukul 20.00 WIB.

Seraya mengambil parang dari warung, Mus mengatur strategi di mana ia dan Bus pada pukul 20.30 WIB menuju rumah korban menggunakan sepeda motor (sepmor) guna mengeksekusi korban.

Persis Rabu (24/5/2016) sekira pukul 05.00 WIB korban tewas dengan kondisi luka bacok di sekujur tubuh. Seperti diketahui, Nazaruddin (50), warga Gampong Meuko Jurong, Kecamatan Jangka Buya, Pijay, Rabu (24/5) sekira pukul 07.00 WIB ditemukan anak kandungnya, Salman (14) tak bernyawa. Juga luka bacok di sekujur punggungnya. Korban ditemukan tegeletak di ruang tamu rumahnya.

Insiden merenggut nyawa tersebut terungkap, setelah anak kandungnya, Salman (14), sekira pukul 07.00 WIB saat hendak meminta uang jajan sekolah. Namun, sesampai di rumah, Salman sangat kaget melihat jasad ayah kandungnya sudah terbujur kaku dalam posisi telungkup.

Salman shock saat melihat sosok ayah kandungnya tak lagi bernyawa. “Melihat kondisi tersebut, Salman langsung melaporkan kejadian kepada warga dan diteruskan kepada aparat Kepolisian Poksek Jangka Buya,” sebut Kapolres Pidie, AKBP M Ali Kadhafi SIK kepada Serambi, 25 Mei tahun lalu. (c43) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id