Tervonis Minta Cambuk Dihentikan, Warga: | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tervonis Minta Cambuk Dihentikan, Warga:

Tervonis Minta Cambuk Dihentikan, Warga:
Foto Tervonis Minta Cambuk Dihentikan, Warga:

URI.co.id, BANDA ACEH – Warga Banda Aceh dan sekitarnya cukup antusias menyaksikan ukubat cambuk bagi para pelanggar Qanun Jinayah, di Masjid Syuhada, Desa Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (23/5/2017).

Warga ramai-ramai memadati arena cambuk yang dihelat di halaman masjid tersebut. Amatan URI.co.id, sejak pukul 09.00 WIB, warga sudah berkumpul, mereka baru pulang sekitar pukul 12.00 saat semua pelanggar telah disenuet (dicambuk) oleh para algojo.

Warga yang hadir ke acara ukubat cambuk kali ini, bisa dibilang labih ramai dari biasanya.

Pasalnya, warga menanti-nanti ukubat cambuk bagi MH dan MT, pasangan sejenis (homoseks) yang ditangkap warga di Desa Rukoh Darussalam, akhir Maret lalu.

Selain MH dan MT, dalam ukubat cambuk pagi menjelang siang hari ini, pihak kejaksaan juga megeksekusi ukubat cambuk bagi lima pasangan yang melakukan ikhtilat.

Warga yang menyaksikan langsung proses ukubat cambuk itu, bereaksi macam-macam.

Rata-rata, mereka menertawakan dan meneriakkan huuuuu saat satu persatu terdakwa dieksekusi di atas panggung.

Misalnya, saat AR, salah seorang pelanggar syariah wanita yang dicambuk oleh algojo.

AR yang dijatuhi hukuman 28 kali, meminta algojo untuk mengghentikan cambuk ke badannya saat cambuk baru 12 kali.

Ia tampak mengangkat tangan, dan algojo pun berhenti.

Saat itu, warga langsung meneriakkan huuuu dan beberapa ocehan kepada AR yang tampak meringis kesakitan di atas panggung.

“Peu kaseb, kaseb, bak pebuet mangat nyoe ka han ek theun. Lanjot aju, ie jok masam kajok bacut,” teriak salah seorang warga dari belakang panggung. (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id