Mahasiswa UGL Mengamuk | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mahasiswa UGL Mengamuk

Mahasiswa UGL Mengamuk
Foto Mahasiswa UGL Mengamuk

* Auditorium dan Aula Kampus Terbakar

KUTACANE- Ratusan mahasiswa Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane, Aceh Tenggara (Agara), Senin (22/5) mengamuk atas tidak tranparannya pihak rektorat dan yayasan atas dana bantuan dan lainnya. Aksi demo itu di tengah-tengah ramainya para mahasiswa lainnya telah menyebabkan gedung auditorium dan aula kampus hangus terbakar.

Kondisi bangunan permanen itu hanya tersisa kerangka. walau sejumlah mobil pemadam kebakaran dikerahkan, tetapi api terlalu cepat menjalar ke bagian plafon dan seng, sehingga bangunan dan isinya tidak bisa diselamatkan. Awalnya, pihak rektorat, satpam dan dosen sempat melihat bangunan auditorium terbakar, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Demo yang berujung anarkis ini menuntut adanya transparansi dana hibah untuk UGL Kutacane dari 2015 hingga 2017 sebesar Rp 5 miliar per tahun. Tetapi, mereka menilai dana itu tidak digunakan untuk peningkatan fasilitas kampus, selain uang kuliah juga masih tinggi.

Mereka juga mempertanyakan dana pengabdian masyarakat dan penelitian, termasuk pemotongan gaji dosen kontrak. Bahkan, beasiswa S3 yang disalurkan kepada tiga dosen tidak berjalan, karena yang bersangkutan tidak melanjutkan perkuliahan.

Sedangkan ratusan mahasiswa berdemo di Kampusnya Komplek Pelajar Babussalam, sebagian membakar ban bekas dan kursi kuliah. Mereka juga melempari aula, sehingga kaca jendela berpecahan, tetapi tidak ada pihak rektorat atau dosen yang bersedia menampung aspirasi para mahasiswa itu.

Demontran juga sempat berorasi di depan kampus, sehingga menimbulkan kemacetan arus lalulintas. Tak lama kemudian, mereka memblokir satu jalur jalan, sehingga jalur lainnya yang bisa dijadikan kenderaan melintas dari dua arah.

Presiden Mahasiswa (Presma) UGL Kutacane, Muhammad Yusuf didampingi sejumlah mahasiswa lainnya kepada Serambi, Senin (22/5) mengatakan: “Ada dugaan korupsi di UGL, seperti penggunaan dana hibah yang tidak transparan, selain dana lainnya.”

“Uang kuliah per semester masih tinggi, capai Rp 2 juta, tetapi fasilitas kampus minim, seperti kursi, jaringan Wifi dan lainnya,” jelasnya. Sedangkan musibah terbakarnya aula dan auditorium UGL Kutacane ditinjau oleh WakaPolres Agara, Kompol Imam Asfali bersama personelnya, tetapi belum ada tindakan yang diambil.

Sementara itu, Rektor UGL Kutacane, Dr Ahaddin MEd secara terpisah kepada Serambi mengatakan uang kuliah sudah disepakatai pihak rektorat dengan yayasan. Dia menjelaskan dana hibah Rp 5 miliar per tahun masuk ke rekening yayasan dan dana lainnya juga wewenang pihak yayasan yang dapat, sehingga pihaknya tidak mengetahui penyalurannya. “Kalau lebih jelas, tanyakan ke pihak yayasan, karena saya tidak tahu,” ujarnya.(as) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id