Dana Rehab Gempa Pidie belum Turun | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dana Rehab Gempa Pidie belum Turun

  • Reporter:
  • Selasa, Mei 23, 2017
Dana Rehab Gempa Pidie belum Turun
Foto Dana Rehab Gempa Pidie belum Turun

* Capai Rp 66 Miliar

SIGLI-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi S.Sos mengatakan, dana rehab rekons (RR) untuk korban gempa Pidie sekitar Rp 66 miliar yang bersumber dari APBN belum masuk ke APBK 2017. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan rumah rusak berat 45 unit, rusak 246 unit, dan infrasruktur.

“Penyebab belum masuk dana tersebut karena adanya beberapa persyaratan tidak lengkap, sehingga Pemerintah Pusat diminta untuk melengkapi kembali persyaratan tersebut. Salah satu persyaratan adalah surat dari bupati menyangkut rumah rusak dan infrasruktur,” kata Kepala BPBD Pidie, Apriadi, menjawab Serambi, Minggu (21/5).

Ia menjelaskan, jika persyaratan tersebut telah lengkap, maka Pemerintah Pusat akan mentrasfer dana RR berstatus hibah itu ke APBK Pidie. Dana tersebut akan cair diperkirakan akhir Mei 2017. Sebab, target Pemkab bulan Juli ini, dana RR telah dikirim ke masing-masing rekening korban gempa. Dan, pada bulan dimaksud rumah untuk korban gempa sudah mulai dibangun.

Lanjutnya, pekerjaan rumah korban gempa dilakukan dengam sistem stimulan. Artinya, warga yang mengerjakan sendiri rumah tersebut dengan pencairan dana secara tiga tahap. Selama rumah itu dikerjakan, tim Pemkab akan melakukan pengawasan ketat, sehingga warga tidak main-main pada proses pembangunan rumah bantuan tersebut.

“Tujuan kita melaksanakan pembangunan rumah secara swakelola, agar dana yang dialokasikan Rp 85 juta pada satu rumah rusak berat betul-betul terserap pada rumah tersebut. Kalau ditender dana Rp 85 juta itu tidak utuh lagi dipakai untuk pembangunan rumah, karena sudah potong pajak dan keuntungan kontraktor,” ujar Apriadi.

Menurutnya, dana Rp 85 juta yang diplotkan itu untuk program rumah tahan gempa yang merupakan keinginan dari Pemerintah Pusat. Sehingga pekerjaan rumah berjumlah 45 unit yang tersebar di lima kecamatan itu akan lebih maksimal. Rinciannya, di Kecamatan Kembang Tanjong, Simpang Tiga, Glumpang Tiga, Mutiara Timur, Tangse, dan Tiro.

“Untuk rumah katagori rusak pemerintah membantu Rp 20 juta per rumah, yang jumlahnya mencapai 246 unit. Bantuan dana rumah rusak disalurkan bersamaan dengan dana rumah rusak berat. Rumah katagori rusak ringan akibat gempa tidak dibantu dana,” jelas Apriadi.

Di bidang lain, kata Apriadi, dana Rp 66 miliar tersebut juga dialirkan untuk pembangunan lima infrastruktur. Antara lain, pembangunan jembatan Mila yang menghubungkan Gle Gapui.

Lalu, pembangunan jembatan Pasi Jeumerang, menghubungkan Gampong Pusong, Kecamatan Kembang Tanjong. Perbaikan jalan Trueng Campli, Kecamatan Glumpang Baro, menghubungkan Gampong Pasi Lhok, Kecamatan Kembang Tanjong. Jalan tersebut untuk sarana evakuasi saat terjadi gempa.

“Terakhir pembangunan rumah sakit dan Kantor Camat Indrajaya. Pembangunan infrasruktur dilakukan proses tender yang direncanakan dilaksanakan pada tahun ini,” demikian Apriadi.(naz) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id