Harga Bahan Pokok Stabil | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Harga Bahan Pokok Stabil

Harga Bahan Pokok Stabil
Foto Harga Bahan Pokok Stabil

BANDA ACEH – Menjelang Ramadhan 1438 H, sejumlah harga bahan pokok seperti telur, gula, minyak goreng curah, dan tepung di toko eceran maupun grosir di Pasar Peunayong dan Gampong Baro, Banda Aceh masih stabil atau belum ada kenaikan harga. Hal ini juga dikarenakan stok barang saat ini cukup tersedia, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar.

Hal ini seperti disampaikan Ola, Karyawan Toko Istana Telur di Peunayong ketika menjawab Serambi, Senin (22/5). Menurut karyawan di toko yang menyediakan berbagai barang pokok ini, bahkan ada harga kebutuhan malah turun, seperti telur yang sekarang ini Rp 34 ribu/papan, padahal sebelumnya Rp 35 ribu/papan.

“Turun Rp 1.000/papan, karena stoknya yang sudah terlebih dahulu ada, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar saat ini. Di samping itu untuk telur juga belum begitu banyak permintaannya,” kata Ola yang menyebutkan telur-telur tersebut dipasok dari Medan.

Menjelang puasa, pihaknya juga tidak menambah stok telur atau masih sama seperti hari-hari biasa, yaitu sekitar 2.257 butir. Ola juga menyebutkan harga bahan pokok lainnya yang juga tergolong stabil, yaitu minyak goreng curah Rp 11.000/kg, gula pasir Rp 12.000-12.500/kg, tepung terigu Rp 7.000/kg. Namun untuk harga sirup cap patung jelang puasa ini naik dari Rp 185.000/lusin (12 botol) menjadi Rp 190.000/lusin. “Permintaannya banyak sehingga harga ikut naik, “ ujarnya.

Pedagang lainnya di kawasan Gampong Baro, Banda Aceh, Aiyub juga menyebutkan harga sejumlah bahan pokok juga masih stabil. Misalnya telur Rp 35.000/papan, gula pasir Rp 13.000/kg, minyak goreng curah Rp 12.000/kg, dan tepung terigu Rp 7.000/kg.

“Belum ada kenaikan harga, stoknya juga tersedia. Saat ini daya beli masyarakat belum terlihat meningkat, masih biasa-biasa saja,” katanya.

Sementara itu, Amatan Serambi Senin (22/5) di Pasar Peunayong, Kampung Baru, Ulee Kareng dan Pasar Lambaro, diketahui harga cabai merah yang pekan lalu dijual Rp 15 ribu-18 ribu per kilogram, kini naik bervariasi Rp 28 ribu – Rp 32 ribu per kilogram. Sementara harga cabai rawit Rp 20 ribu per kilogram.

Antoni, pedagang di Pasar Ulee Kareng dan Lamgugob menyebutkan, kenaikan harga cabai merah ini, selain permintaan meningkat jelang meugang, juga akibat kurangnya panen lantaran musim hujan di sentra produksi, seperti Pidie, Bireuen, Bener Meriah, Takengon dan sebagian kecil dari Aceh Besar.

Selain cabai merah dan cabai rawit, sejumlah komoditas lainnya, sebut Antoni, masih stabil dan bertahan pada posisi harga yang berlaku sebelumnya. Bawang merah misalnya Rp 25 ribu – Rp 28 ribu per kilogram dan bawang putih Rp 30 ribu per kilogram serta tomat Rp 10 ribu per kilogram. Sedangkan kentang Rp 12 ribu per kilogram. (awi) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id