Polisi Periksa Lima Santri Korban Senior | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Periksa Lima Santri Korban Senior

Polisi Periksa Lima Santri Korban Senior
Foto Polisi Periksa Lima Santri Korban Senior

* Kasus Penganiayaan di Dayah Yapena

LHOKSEUMAWE – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe mulai memeriksa para santri Dayah Modern Pendidikan Arun (Yapena) yang diduga menjadi korban penganiayaan para senior mereka. Hingga Minggu (21/5), penyidik telah memintai keterangan lima korban.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Yasir SE menyebutkan, setelah pihaknya mendapat laporan tentang kasus dugaan kekerasaan di lembaga pendidikan Islam itu, maka langsung dimulai pemeriksaan santri yang mengaku sebagai korban. “Dari sejumlah santri yang diinformasikan sebagai korban, lima di antaranya sudah selesai kita mintai keterangan,” kata AKP Yasir.

Menurutnya, berdasarkan keterangan sejumlah korban, ada delapan senior mereka yang terindikasi melakukan kekerasan terhadap mereka. Nama delapan senior tersebut sudah didata polisi. “Di samping itu, para santri yang mengaku menjadi korban juga telah memberikan keterangan tentang bagaimana proses terjadinya penganiayaan terhadap mereka,” ujarnya.

Pada Senin hari ini, pihaknya akan memintai keterangan sejumlah santri lainnya yang juga sebagai korban. “Setelah selesai pemeriksaan korban, baru dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap para pengurus yayasan,” pungkas AKP Yasir.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sekitar delapan santri Dayah Modern Yapena Lhokseumawe yang baru duduk di kelas 1 Madrasah Tsanawiyah diduga dianiaya sejumlah senior mereka pada Rabu (17/5) malam. Para senior itu merupakan santri kelas 2 Madrasah Aliyah.

Orang tua korban yang tak terima anaknya dikasari senior membuat pengaduan resmi ke Polres Lhokseumawe, Jumat (19/5). Yang pertama mengadu adalah Sukartono Karta, ayah dari Darary Farhan Karta, salah satu korban penganiayaan. Pengaduan itu diregister pihak kepolisian dengan nomor LP/242/b/2017/Aceh/Res-Lsmw.

Kepada Serambi, orang tua salah satu korban menyebutkan nama santri yang diduga dianiaya para seniornya itu. Mereka adalah Irvan Maulana, Syauqi Akbar, Darary Farhan Karta, M Nafis Taqiya, M Maulana, Risky Winnara, Ghezia Akbar Putra, dan Rival Zikra.

Adapun senior yang diduga melakukan penganiayaan berjumlah delapan orang. Tapi karena masih tergolong anak di bawah umur, Serambi tidak menyiarkan nama mereka. (bah) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id