Pengusaha: Tidak Ada Aturan yang Dilanggar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pengusaha: Tidak Ada Aturan yang Dilanggar

Pengusaha: Tidak Ada Aturan yang Dilanggar
Foto Pengusaha: Tidak Ada Aturan yang Dilanggar

PENGUSAHA tambang Aceh Selatan yang juga pemilik PT Multi Mineral Utama (MMU) dan Beri Mineral Utama (BMU), Hj Latifah Hanum membenarkan bahwa tiga perusahaannya itu mendapatkan izin beroperasi di lokasi yang sama. Namun, menurut Latifah, tidak ada yang salah dengan ketiga perusahaan dimaksud, sebab kendati beroperasi di areal yang sama, tapi ketiga perusahaan itu bergerak di bidang komoditas yang berbeda.

“Tidak ada yang tumpang tindih, PT Islan Gencana Utama tidak bergerak di bidang tambang. Perusahaan ini bergerak di bidang kayu dan semen, sedangkan PT Multi Mineral Utama izinnya emas. Adapun PT Beri Mineral Utama itu izinnya besi. Memang di lahan yang sama, namun bergerak di bidang komoditas yang berbeda,” jelas Latifah Hanum saat dikonfirmasi Serambi, Senin (1/4) malam.

Saat ditanya tanggapannya terkait aspirasi masyarakat setempat yang meminta izin operasi ketiga perusahaan tersebut dicabut, Latifah mempertanyakan alasan masyarakat meminta pencabutan izin tersebut. Sebab, kata dia, sejauh ini perusahan miliknya itu tidak pernah melakukan pelanggaran.

“Kalau masyarakat meminta izinnya dicabut, sekarang saya balik tanya, apa yang saya langgar? Kalau alasannya karena banjir, apa buktinya? Kalau dibilang sungai dangkal, itu juga tidak benar, karena sudah tiga tahun kita tidak beroprasi. Kalaupun terjadi pendangkalan sungai, itu kesalahan masyarakat yang melakukan penambangan emas secara liar. Demikian juga dengan kayu, itu masyarakat sendiri yang melakukan penebangan liar,” ungkapnya.

Terkait royalti perusahaan, kata Latifah Hanum, meskipun perusahaannya tidak beroperasi, namun pihaknya selalu menyetor kewajiban perusahaan kepada pemerintah daerah. “Selama ini kita selalu membayar royalti, sekalipun kita tidak beroperasi. Itu sesuai dengan perintah dinas pertambangan,” jelasnya.

Menurut Latifah, sekalipun izinnya sudah lengkap, namun sampai saat ini perusahaan dimaksud belum beroperasi. Jikapun ada kerusakan lingkungan, itu bukan dampak dari beroperasinya perusahaan tersebut.

Latifah mengakui bahwa direksi di ketiga perusahaan tersebut punya hubungan keluarga. “Menyangkut satu keluarga itu benar. Cuma, beda-beda direkturnya. Tapi, perlu saya jelaskan juga bahwa bukan ketiga perusahaan itu milik kita. Yang kita punya cuma PT MMU dan PT BMU,” pungkasnya.

Akan tetapi, Latifah Hanum mengakui bahwa Direktur PT Islan Gencana Utama Nur Islan merupakan anak kandungnya. “Islan itu anak saya, dia masih kuliah. Jadi, apa yang mau ditanya sama dia, tanya saja sama saya,” kata Latifah Hanum saat ditanya keberadaan Direktur PT Islan Gencana Utama Nur Islan, untuk keperluan konfirmasi.

Dia mengaku, ketiga perusahaan itu secara manajerial dipimpin anak kandungnya. Dan itu merupakan perusahaan patungan dengan pihak lain. “Kalau saya sendiri mana ada modal. Itu ada orang dari luar, keluarga juga,” ungkapnya.

Kepada Serambi, Latifah mengaku heran dengan pihak yang menyorot perusahaan miliknya itu. “Kenapa saya yang disorot? Padahal, perusahaan sama sekali belum beroperasi,” tuturnya. (tz) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id