Mengintip Pesona ‘Pulau Sejuta Penyu’ | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mengintip Pesona ‘Pulau Sejuta Penyu’

Mengintip Pesona ‘Pulau Sejuta Penyu’
Foto Mengintip Pesona ‘Pulau Sejuta Penyu’

HEMPASAN ombak setinggi tiga sampai lima meter menghantam speedboat yang kami tumpangi hingga membuat jantung berdetak kencang. Rasa takut menyelimuti ketika gulungan ombak berikutnya datang menumpahkan air dalam speedboat hingga mesin mendadak mati. Beruntung di tengah situasi genting, mesin kembali menyala walau hanya langsam.

Cukup untuk melewati alunan ombak berikutnya hingga sampai ke dekat speedboat Lumba-lumba yang menjemput Serambi, Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian, Asisten I Setdakab Aceh Singkil, Mohd Ichsan dari Pulau Bangkaru, Kecamatan Pulau Banyak Barat, tempat penyu langka bertelur, awal Mei lalu.

Menerobos gelombang ekstrem menuju dan keluar Bangkaru, terbayar lunas, oleh pesona mahakarya alam nanmenawan yang disediakan pulau di tengah Samudra Hindia itu. Pasir putih lembut terhampar sepanjang mata memandang. Alasan itulah penyu sisik, hijau dan belimbing yang dilindungi menjadikan Bangkaru, sebagai lokasi bertelur. Penyu seolah memahami cuaca ekstrem, dapat menjaga telur-dari gangguan tangan-tangan jahil yang menjadi predator utama selain biawak dan burung, hingga menetas.

Pantai Amandangan merupakan yang terindah, pasir putih terhampar seluas 3 kilometer. Dihiasi sembulan batu karang aneka bentuk. “Semuanya indah, pernah ada bule datang tidak mau pulang,” kata Odi yang pernah memandu wisatawan asing ke Pulau Bangkaru. Bagi penggila surfing, Pulau Bangkaru merupakan pilihan yang tepat. Sepanjang tahun ombak bagai pematang menghempas pantai tiada henti setinggi tiga sampai lima meter. Konon saat musim puncaknya ombak bisa mencapai 10 meter lebih.

Panorama Bangkaru, tidak melulu pantai dan ombak. Pengunjung bisa menikmati hutan tropis yang masih perawan sambil mendengarkan siulan burung beo serta murai. Satu lagi yang wajib diagendakan suasana malam ketika cuaca bersahabat, saatnya melihat tangisan penyu yang sedang bertelur.

Di ‘Pulau Sejuta Penyu’ ini sudah tersedia basecamp ranger yang bisa dijadikan tempat penginapan dengan tarif Rp 200.000 per orang. Sebagai pengganti biaya makan, perawatan fasilitas basecamp dan pemandu. Dari Singkil, ibukota Aceh Singkil, Pulau Bangkaru, dapat ditempuh empat jam perjalanan menggunakan speedboat, namun tetap harus memperhatikan kondisi cuaca.

Waktu sehari semalam terasa kurang, saatnya pulang meninggalkan kepingan surga di Samudra Hindia ini. Memacu nyali menerebos hadangan ombak kembali ke daratan. Jadi, jangan mengaku petualang sejati jika belum menjejakkan kaki di Pulau Bangkaru, ‘Pulau Sejuta Penyu’.(dede rosadi) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id