Murid SD di Tamiang tak Fasih Baca Quran | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Murid SD di Tamiang tak Fasih Baca Quran

Murid SD di Tamiang tak Fasih Baca Quran
Foto Murid SD di Tamiang tak Fasih Baca Quran

* Hasil Survei MPD Aceh Tamiang

KUALASIMPANG – Sebanyak 70 persen murid sekolah dasar (SD) di Aceh Tamiang tidak fasih membaca Alquran, terutama di daerah pedalaman yang jauh dari ibu kota kabupaten Karang Baru. Kondisi ini diungkapkan Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Juanda berdasarkan hasil survei yang dilakukan Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Tamiang.

Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Juanda kepada Serambi, Minggu (21/5) mengatakan, hasil survei MPD Aceh Tamiang itu terungkap dalam pertemuan antara Wakil Ketua DPRK Tamiang dengan Ketua MPD Tamiang Mukhlis, dua hari lalu.

Kondisi ini sangat mengagetkan pihaknya sekaligus memprihatinkan Aceh sebagai negeri yang sudah mendeklarasikan diri melaksanakan syariat Islam secara kaffah. Dikatakan, realitas ini harus menjadi keprihatinan semua pihak, baik Pemkab Aceh Tamiang maupun Pemerintah Aceh.

MPD sendiri, tambah Juanda, yang juga Ketua PAN Aceh Tamiang, sudah menyusun program muatan lokal berupa baca tulis Alquran dan budaya islami di lingkungan sekolah, namun dari sisi anggaran program muatan lokal ini belum terakomodir dalam APBK Aceh Tamiang tahun ini.

Oleh karena itulah, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang ini menyarankan, mulai tahun 2018, Pemkab Tamiang dan Pemerintah Aceh harus mengakomodir program tersebut. Jangan sampai anak-anak Aceh kehilangan identitas keacehan yang wajib diwarnai nilai-nilai keislaman. “Anak anak Aceh harus bisa mengaji. Bisa jadi imam, berkhutbah, dan baca doa dimanapun ia berada, karena ini identitas dasar anak Aceh,” ujarnya.

Untuk tahapa awal pada perubahan APBK Aceh Tamiang tahun 2017, program muatan lokal ini harus dapat diseminarkan guna menerima masukan semua pihak, baik itu pemangku kepentingan pendidikan, maupun pemangku kebijakan.

“Muatan lokal tersebut benar-benar mengakomodir keinginan dan harapan kita semua agar anak-anak Aceh khusunya Aceh Tamiang tuntas dalam belajar Alquran. Jika sudah jadi, program muatan lokal ini dapat berjalan secara sistematis. Kondisi ini menjadi cemati dan pukulan berat bagi kita pemangku kebijakan di Aceh Tamiang, termasuk saya sendiri di dewan,” ujarnya (md) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id