Haji Uma: Hukum Mati Pelaku | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Haji Uma: Hukum Mati Pelaku

Haji Uma: Hukum Mati Pelaku
Foto Haji Uma: Hukum Mati Pelaku

* Kasus Pembunuhan di Abdya

BLANGPIDIE – Anggota DPD asal Aceh Sudirman alias Haji Uma meminta ES (27), pelaku pembunuhan dua anak dan mertua Kabid Pengairan PU dan Tata Ruang Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dihukum mati.

“Kita tidak ada niat mencampuri kinerja kepolisian dan hakim, namun jika dilihat dari membawa senjata tajam, pelaku sudah ada niat untuk membunuh, ini masuk unsur pembunuhan berencana, bukan perampokan,” kata Haji Uma didampingi Mulyadi orang tua korban kepada wartawan seusai melayat ke rumah duka di Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Minggu (20/5). Menurut Haji Uma, jika pelaku ingin merampok dan mencuri sepeda motor milik korban, seharusnya membawa linggis atau palu untuk membongkar rumah, bukan membawa pisau.

“Pisau atau golok itu senjata, kalau linggis atau palu itu alat, kalau dia ingin merampok alatnya itu linggis bukan pisau. Makanya saya bilang, pelaku ini sudah jelas memenuhi unsur Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Terlebih pelaku, mengaku dendam kepada korban,” sebut komedian dalam serial Eumpang Breuh ini. Haji Uma menyatakan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan pihak kepolisian dengan membentuk tim khusus, sehingga dapat menangkap pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam.

“Patut kita apresiasi langkah polisi yang bergerak cepat dan akurat meringkus pelaku kurang dari 24 jam. Semoga prestasi ini bisa dilakukan dalam mengungkap sejumlah kasus lain,” ujar senator asal Aceh ini. Dalam kesempatan itu, Haji Umar juga meminta polisi mengusut tuntas motif pembunuhan terhadap dua anak dan mertua Kabid Pengairan PU dan Tata Ruang Abdya itu.

Menurutnya apa yang dilakukan pelaku kepada tiga korban di luar akal sehat dan sangat keji. “Kejadian seperti ini juga terjadi di beberapa tempat, seperti di Aceh Utara dan Jeunieb tentang pemerkosaan dan pembunuhan. Ini ada unsur lain, seperti pengaruh narkoba, jika benar, maka itu harus dibongkar dan diberantas,” sebutnya.

Pantauan Serambi kedatangan komedian Eumpang Breuh ke rumah korban membuat suasana berubah. Suasana yang awalnya diliputi luka, berubah menjadi ceria, saat mengetahui pria yang datang merupakan Haji Uma sang idola mereka. Pria yang mengenakan peji hitam itu pun, dibanjiri salaman dan permintaan foto. “Kamoe pileh drone uroe jeh, selfie ile, (Kami pilih bapak dulu, selfie dulu),” ujar salah seorang bapak.

Setelah berfoto bareng dengan sejumlah pelayat, Haji Uma yang awalnya duduk di luar rumah, masuk ke dalam rumah bersalaman dengan ibu korban. Ia juga menyampaikan dukungan agar keluarga sabar dan memberi sedekah kepada orang tua korban yang diterima oleh Mulyadi.(c50) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id