OSN, Ajang Seleksi Insan Berprestasi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

OSN, Ajang Seleksi Insan Berprestasi

OSN, Ajang Seleksi Insan Berprestasi
Foto OSN, Ajang Seleksi Insan Berprestasi

PENGANTAR
Di bawah kepemimpinan Drs Laisani, M.Si, Dinas Pendidikan Aceh menaikkan target prestasi berbagai bidang. Tidak hanya hasil ujian nasional (UN), tapi juga prestasi siswa pada berbagai lomba di tingkat nasional, misalnya olympiade sains, lomba kompetensi, dan lain-lain. Untuk mewujudkan itu, Dinas Pendidikan meningkatkan kualitas pelaksanaan berbagai bidang kegiatan, seperti terlihat pada penyelenggaraan Olympiade Sains Nasional (OSN) tahun ini.

KEPALA Dinas Pendidikan Aceh Drs Laisani, M.Si mengatakan, Pemerintah berkewajiban meningkatkan kecerdasan bangsa dan kesadaran ilmiah, terutama mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi era globalisasi dan perkembangan zaman.

Untuk itu dirasa tepat apabila setiap tahun kegiatan Olympiade Sains Nasional (OSN) diselenggarakan sebagai ajang mengasah kemampuan siswa. “Apalagi kegiatan ini memacu kompetensi keilmuan secara lebih terencana dan terukur,” katanya pada acara pembukaan OSN tingkat Provinsi, pekan lalu.

Ditambahkan, ajang ini sangat penting untuk menjaring siswa unggulan di berbagai bidang ilmu pengetahuan; matematika, fisika, kimia, biologi, informatika, astronomi, ekonomi, kebumian, dan geografi. “Ini harus dilakukan mulai di tingkat sekolah, kemudian naik ke tingkat kabupaten/kota, berlanjut ke tingkat provinsi dan nasional hingga internasional.”

Menurut kepala Dinas Pendidikan, dalam era transisional saat ini, khususnya di Aceh, dunia pendidikan menghadapi berbagai tantangan dan kendala. Dampak dari multikritis berkepanjangan, mulai dari konflik hingga bencana ganda; gempa dan tsunami. Satu hal yang diingatkan oleh Laisani, hal ini jangan sampai mengendurkan semangat dan tanggung jawab untuk memacu mutu pendidikan.

Menurut dia, pendidikan merupakan satu pilar kekhususan Aceh yang bernuansa islami. Hal ini harus menjadi perhatian bersama. “Pemerintah juga terus memberikan beasiswa untuk anak yatim di seluruh Aceh. Bahkan saat ini jumlah penerima beasiswa mencapai 100 ribu siswa. Ini di luar beasiswa yang diberikan kepada siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di manapun di Indonesia,” kata Laisani.

Dalam kehidupan modern yang bercirikan iptek, tambah Laisani, kemajuan bangsa sangat dipengaruhi oleh kemampuan dalam menguasai, memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan acuan itu, maka kemajuan dunia pendidikan, yang menjadi tujuan Pemerintah Aceh, tidak hanya terbatas pada kemajuan dalampencapaian tingkat pengetahuan, sains dan teknologi saja. Jauh lebih penting dari itu, hal ini harus meningkatkan kemajuan pengetahuan dan sains yang islami. Semua itu,kata Laisani, bermuara pada tingkat kesejahteraan dan untuk menyelamatkan generasi Aceh, di dunia dan akhirat.

Ia berharap, seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Aceh bersinergi untuk melakukan terobosan dan melakukan lompatan-lompatan yang jauh ke depan guna mengejar ketertinggalan. Dengan demikian, jarak antara mutu pendidikan dengan daerah lain serta dengan dunia internasional tidak lagi tertinggal jauh. Laisani meyakini, Aceh akan berdiri sejajar dan mampu bersaing dengan daerah dan negara mana pun.

Seleksi olimpiade sains siswa nasional SMA adalah sarana tepat untukmemotivasi dan menguji kemampuan produk pendidikan kita di kancah nasional dan internasional. “Kita tentu berharap seleksi ini benarbenar dilakukan atas dasar keunggulan kompetensi anak didik. Bukan karena kedekatan apalagi kekerabatan,” ujarnya.

Dijelaskan, tahun ini sedikitnya terdapat 621 pelajar jenjang Sekolah Menengah Atas se-Aceh mengikuti OSN tingkat Provinsi Aceh. Ia berharap kegiatan ini akan menumbuhkan sikap dan prilaku, serta menumbuhkan motivasi peserta didik. “OSN ini juga untuk menjaring peserta didik unggul dalam bidang OSN, serta meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antargenerasi muda Indonesia,” ujarnya.

Laisani juga menilai OSN adalah salah satu strategi untuk mengembangkan wahana kompetisi bagi siswasiswa di Aceh. Semakin banyak dilakukan kegiatan lomba kesiswaan seperti OSN ini, siswa Aceh akan mampu berbicara lebih banyak lagi dalam kegiatan olimpiade baik tingkat nasional maupun internasional.

Dia mengharapkan para peserta yang mengikuti lomba OSN ini untuk dapat berkompetisi secara sehat dan sportif. Karena pemenang atau terbaik tingkat provinsi Aceh ini akan menjadi duta Aceh pada OSN SMA tingkat nasional tanggal 2- 8 Juli 2017 di Pekan Baru, Riau. Laisani berharap para peserta seleksi OSN ini menjalani semua proses dengan baik dan sungguh-sungguh.

Sebab bagi siswa yang bisa mendapat juara baik di tingkat provinsi maupun tingkat nasional akan mendapatkan prioritas pemberian beasiswa penuh dari pemerintah Aceh. Untuk membekali siswasiswiyang menjadi wakil Aceh pada OSN SMA tingkat Nasional nanti, kata Laisani, Dinas Pendidikan Aceh akan bekerja sama dengan beberapa universitas di Aceh salah satunya Universitas Syiah Kuala dan Institut Teknologi Bandung. Setelah melihat berbagai persiapan, ia berharap tahun ini, peserta OSN asal Aceh mendapatkanlima medali, terdiri dari emas, perak dan perunggu.

“Para pemenang akan men- Gubernur Aceh Zaini Abdullah Bangun Budaya Riset Lewat OSN dapatkan fasilitas dari Kementerian Pendidikan. Mereka boleh memilih universitas manapun yang mereka mau.” Total peserta OSN tahun ini mencapai 621 yang mengikuti perlombaan, mulai dari tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi yaitu matematika 69 orang, fisika (69), kimia (69), biologi (69), komputer (69), ekonomi (69), geografi (69), kebumian (69), astronomi (69). Sementara untuk pendamping diikuti dua orang per kabupaten/kota.

Mereka akan berhadapan dengan ratusan peserta dari seluruh Indonesia di Pekan Baru. Kegiatan pengembangan kapasitas siswa juga mendapat dukungan penuh Gubernur Zaini Abdullah. Bagi Abu Doto — sapaan akrab Gubernur Zaini — pembangunan sumber daya manusia adalah hal utama. Tak mengherankan jika Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinannyamemberi perhatian serius terhadap upaya-upaya peningkatan taraf hidup masyarakat.

Misalnya, kebijakan Gubernur tentang pemberianair susu ibu (ASI) eklusif yang diatur dalam Pergub Nomor 49.Zaini berharap, kebijakan ini dapat melahirkan generasi yang cerdas dan tumbuh sehat. “Sejarah menunjukkan bahwa Aceh adalah negarayang berdiri sejajar dengan negara-negara adikuasa di masa lalu.

Namun perang berkepanjangan memberikan kerusakan besar. Dan kini, setelah berdamai, kita harus mengejar ketertinggalan itu dan mendudukkan Aceh kembali di tempat seharusnya,”kata Zaini Abdullah, Rabu pekan lalu. Tak setitikpun Zaini meragukan kemampuan generasi muda Aceh, terutama untuk bersaing dengan sumber daya manusia dari daerah lain.

Menurut dia, di banyak sektor, orang-orang Aceh tetap mengisi posisi-posisi penting.Persaingan yang ketat tidakmembuat generasi Aceh tersingkirkan. Karena itu, dia berharap pembangunan sektorpendidikan harus terus didorong. Karena hal ini adalah sektor strategis dalam membangun sumber daya manusia andal. Menurut Zaini, pembangunanpendidikan merupakan proses kompleks. Hal ini sangat berkaitan dengan erat denga erbagai sektor lain.

Tentu hal ini tak bisa dipandang sebelah mata. Pembangunan sektorpendidikan, kata Zaini, memerlukan upaya segenap potensi yang ada dan partisipasi semua komponen masyarakat. Pendidikan di Aceh tak hanya dituntut untuk mengantisipasiberbagai perubahan yang terjadi pada masyarakat, etapi juga harus mampu menjawab tantangan global dan mampu menciptakan generasi yang cakap, berilmu pengetahuan dan teknologi serta berwawasan keimanan dan ketakwaan.

“Di Aceh, kita dilahirkan dengan sebuah budaya islami. Inilah nilai lebih yang harusnya menjadi kekuatan.Kita harus jadi bangsa berdaya saing,” kata Zaini. Karena itu, Gubernur mendorong setiap upaya peningkatandaya saing. Bahkan dia meminta siswa pendidikan menengah harus aktif dalam berbagai even, baik itu dalam perluasan wawasan, pengembangan bakat, kreativitas dan minat ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berbagai ajang diharapkan bisa menumbuhkan budaya berkompetisi secara sehat, mulai dari sekolah, kabupaten/kota, provinsi, nasional bahkan internasional, meningkatkan wawasan pengetahuan, kemampuan, kreativitas, serta menanam sikap disiplin, dan kerja keras untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga berharap agar ajang seleksi OSN ini mampu memunculkan generasi muda yang berprestasi dan menempatkan mereka pada posisi yang seharusnya. (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id