Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Bangun Budaya Riset Lewat OSN | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Bangun Budaya Riset Lewat OSN

Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Bangun Budaya Riset Lewat OSN
Foto Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Bangun Budaya Riset Lewat OSN

RISET adalah kunci masa depan. Karena itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah senantiasa menekankan pentingnya pengembagan riset di seluruh kegiatan. Menurut Zaini, riset adalah cara sistematis untuk menemukan jawaban yang mendekati kebenaran mengenai permasalahan. Termasuk di dunia pendidikan. Perlu dasar penalaran yang rasional dan logis, serta adanya dukungan dari fakta empiris.

Menurut Zaini, sejak lama, budaya riset dikembangkan di banyak negara. Dan, itu dimulai dari jenjang pendidikan terendah hingga ke perguruan tinggi. Jika pada jenjang pendidikan dasar, riset akan mendorong anak didik untuk berpikir rasional dan logis, maka di tingkat atas akan memunculkan semangat untuk melahirkan terobosan baru. Karena itu, dalam dunia pendidikan perlu dikembangkan konsep yang mampu meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran, baik di luar maupun di dalam kelas.

“Kita punya banyak kekayaan alam. Ini harus dikelola oleh tangan-tangan generasi Aceh. Ini adalah tantangan pendidikan Aceh. Kita harus meletakkan dasar-dasar yang tepat agar generasi Aceh dapat berdiri sejajar dengan generasi lain,” kata Zaini.

Olimpiade Sains Nasional, kata Zaini pula, adalah salah satu cara yang dapat mendorong budaya tersebut. Dan yang terpenting, kegiatan ini dapat mendorong daya saing pelajar Aceh. Berikut petikan wawancara dengan Gubernur Zaini Abdullah, beberapa waktu lalu:

Bagaimana Anda melihat kualitas pendidikan di Aceh saat ini?
Pemerintah Aceh terus berbenah untuk mendongkrak kualitas indeks kualitas manusia, terutama pelajar di Aceh. Ada anggapan bahwa pelajar kita berada di bawah pelajar dari provinsi lain. Salah satu output pendidikan adalah kemampuan pelajar Aceh.

Di banyak even di tingkat nasional, anak-anak didik kita mampu bersaing dengan pelajar dari daerah lain. Ini menunjukkan pendidikan Aceh terus berbenah dan meningkat. Sektor pendidikan merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Aceh sebagaimana tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh periode 2012-2017.

Bagaimana Anda menilai sinergi antarlembaga untuk mendorong kemampuan pelajar Aceh?
Selama ini sudah cukup baik. Seluruh sektor bersinergi. Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Badan Pembinaan dan Pendidikan Dayah, Bappeda, Majelis Pendidikan Daerah, perguruan tinggi, semua berperan dan terlibat. Sinerginitas ini penting guna memperkuat semangat bersama, meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus memperkuat basis pembangunan sumber daya manusia cerdas dan berkualitas.

Apa upaya Pemerintah Aceh dalam meningkatkan mutu pendidikan?
Dalam tiga tahun terakhir, Pemerintah Aceh mengefektifkan 11 Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang menangani berbagai jenis peningkatan mutu pendidikan. Pemerintah Aceh juga meningkatkan kapasitas ribuan tenaga pendidik dalam berbagai kompetensi.

Saya juga meminta pemimpin di daerah, perguruan tinggi, majelis pendidikan daerah, dinas pendidikan, Badan Pembinaan dan Pendidikan Dayah serta semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan pendidikan di Aceh untuk menyusun Renstra pendidikan 2017-2022 secara lintas sektoral, lintas satuan dan lintas jenis pendidikan. Ini akan dijadikan dasar perencanaan pembangunan pendidikan berbasis data.

Strategi apa yang harus didorong untuk meningkatkan kualitas pendidikan Aceh?
Ke depan, kita harus mendorong budaya riset. Tidak hanya di perguruan tinggi. Anak-anak di sekolah dasar juga harus dikenalkan dengan budaya riset. Tentu ini membutuhkan tantangan, karena para pendidik juga masih banyakyang belum terbiasa dengan riset. Namun kita tak bisa menunggu. Kompetensi di dunia semakin ketat. Jika kita tak mampu bersaing, kita akan tergilas.

Secara kualitas, anakanak Aceh tidak kalah dengan anak lain. Kita bisa lihat di banyak sektor, anak-anak Aceh mampu tampil dan menjadi pemimpin di bidang masing-masing. Tugas kita saat ini adalah mendorong agar anak-anak ini dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Persaingan saat ini hampir tak punya batas. Saya yakin,OSN dapat mendorong budaya riset. Dan ini akan sangat baik untuk mendorong daya saing. (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id